Guru Bukan Beban — Dewanlah yang Menjadi Beban Rakyat -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Guru Bukan Beban — Dewanlah yang Menjadi Beban Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026


📚 Guru Bukan Beban — Dewanlah yang Menjadi Beban Rakyat

 


BEKASI, 15 Agustus 2026 — Guru bukan beban negara. Guru adalah pahlawan yang membangun peradaban bangsa, akar dari segala kemajuan yang akan datang. Jika ada yang beranggapan guru adalah beban, maka rakyat berhak bertanya: bukankah justru eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang menjadi beban negara dan beban rakyat? Yang menyusahkan dan menambah penderitaan rakyat dari Sabang sampai Merauke?

 

Almarhum Abdurrahman Wahid, Gus Dur, pernah berkata: "Suatu bangsa yang tidak menghargai pendidiknya adalah bangsa yang tidak mencintai masa depannya. Dan kalau yang duduk di dewan lebih banyak mengambil daripada memberi, maka jangan heran rakyat yang menanggung beban itu semua."

 

Pengamat sosial Rocky Gerung menambahkan: "Jangan tertukar antara beban dan investasi. Gaji guru yang layak itu bukan pengeluaran — itu menanam masa depan. Kalau di sana dianggap beban, berarti yang salah ukurannya bukan guru, tapi pemimpinnya."

 

Bangsa ini tidak pernah belajar dari peradaban demi peradaban — dari pendiri bangsa dahulu hingga hari ini. Tidak pernah sungguh-sungguh belajar dari contoh bangsa-bangsa lain yang maju. Indonesia memang luas, Indonesia kaya sumber daya alam — tetapi mengapa justru bangsa lain yang mengelola dan mengambil manfaatnya? Karena bangsa ini sudah salah arah dalam membangun peradabannya. Tidak pernah memikirkan fondasi yang sesungguhnya.

 

Lihatlah Jepang. Di sana mereka paham: ada sosok bernama guru yang akan membangun negaranya menjadi raksasa. Tetapi di sini justru terbalik. Yang terjadi adalah kehancuran dan penderitaan — penderitaan bagi rakyat, penderitaan bagi guru, dan kesejahteraan pendidik terus tertunda. Mengapa? Karena beban justru ada di para dewan. Mereka yang duduk di kursi kekuasaan, yang fasilitasnya besar, yang tunjangannya berlimpah — merekalah yang menjadi beban berat bagi rakyat dan bagi guru.

 

Sumber daya alam suatu hari bisa habis. Tapi guru yang sejahtera, yang dihormati, yang diberi kedudukan layak — ia membangun peradaban yang tidak akan pernah habis. Selama bangsa ini lebih memikirkan kenyamanan dewan daripada kesejahteraan guru, jangan harap kemajuan akan datang. Karena pilihan itu sudah menjawab: di mana letak beban sesungguhnya — dan di mana letak harapan bangsa.