Bekasi, 11 Agustus 2026
Jepang tidak memberi label "pahlawan tanpa tanda jasa" kepada gurunya — tetapi mereka menghormati dan mensejahterakan gurunya dengan nyata.
Di sana guru dipanggil "Sensei", sebutan yang sama untuk dokter, ilmuwan, dan tokoh besar. Artinya: guru diangkat setara dengan profesi paling mulia, bukan diberi gelar yang terdengar indah tapi maknanya seakan boleh tidak dihargai.
Mereka tidak hanya berbicara di hari peringatan — gaji guru di atas rata-rata, kedudukannya dijamin negara, dan masyarakat sangat menghormatinya. Bahkan setelah bom atom menghancurkan Hiroshima, pertanyaan pertama pemimpinnya adalah: "Berapa guru yang tersisa?" — karena mereka paham, dari tangan merekalah bangsa dibangun kembali.
Bangsa ini, jangan hanya memberi nama manis. Buktikan dengan penghormatan nyata, kesejahteraan terjamin, dan gaji yang besar. Gelar tidak memberi makan keluarga, kalimat indah tidak membayar kebutuhan hidup. Gaji yang pantas, kesejahteraan yang pasti — itulah penghormatan yang sesungguhnya, dan hal itu tidak boleh diganggu gugat.

Komentar