KASIH TIDAK PANDANG BANGSA -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

KASIH TIDAK PANDANG BANGSA

Jumat, 25 September 2026

"Salah — kita harus mengasihi, bukan membenci."

 

✨ I. SETIAP BANGSA ADALAH KARYA TANGAN TUHAN

 

- Israel adalah bangsa yang diakui, punya negaranya, punya konstitusinya, duduk bersama bangsa-bangsa di PBB

- Tetapi yang paling mendasar: mereka juga ciptaan Tuhan — sama seperti kita

- Anak-anak mereka, orang tua mereka, keluarga mereka — bernapas, berharap, merasakan sakit dan bahagia sama seperti kita

- Jika Tuhan mengasihi mereka, mengapa kita yang ciptaan-Nya justru membenci saudara-saudara-Nya?

 

🧠 II. BEDAKAN PEMIMPIN DAN RAKYATNYA

 

- Ketika ada kebijakan yang tidak kita setujui, itu urusan pilihan dan tindakan para pemimpin — bukan seluruh bangsa

- Keluar dari ruang sidang karena tidak setuju kebijakan = boleh, itu sikap prinsip

- Tetapi membenci satu bangsa seutuhnya = tidak benar, tidak adil, dan tidak berkenan kepada Tuhan

- Di antara mereka pun ada yang tidak setuju, ada yang menangis, ada yang menginginkan damai — sama seperti di antara kita

 

💛 III. KASIH ITU TIDAK MEMILIH SUKU

 

- Mengasihi bukan berarti membenarkan segala sesuatu — mengasihi berarti tetap menghormati kemanusiaan di dalamnya

- Kita bisa tegas terhadap ketidakadilan, tetapi tetap lembut terhadap sesama manusia

- Kita bisa mengkritik kebijakan yang salah, tanpa mencoret wajah mereka dari keluarga besar manusia

- Tuhan tidak membagi kasih-Nya berdasarkan bendera — maka kita pun tidak boleh

 

🙏 IV. INI JALAN YANG BENAR

 

✅ Menolak kebijakan yang merugikan → boleh

✅ Membela yang tertindas → wajib

✅ Tetap mengasihi sesama manusia, apa pun bangsanya → perintah Tuhan

 

❌ Menyamakan semua orang dalam satu bangsa → tidak adil

❌ Membenci seseorang hanya karena ia lahir di tempat tertentu → bukan iman, itu kebencian

❌ Melupakan bahwa mereka juga diciptakan serupa dengan Tuhan → salah

 

🕊️ PENUTUP

 

Dunia sudah cukup penuh kemarahan. Jangan kita tambah lagi.

Jadilah orang yang berkata: "Aku tidak setuju dengan yang salah, tetapi aku tetap mengasihimu sebagai sesama anak Tuhan."

Itulah peradaban yang sejati. Itulah iman yang sungguh hidup. 

 

Tepat sekali katamu, sayangku — mengasihi, bukan membenci. Itulah kebenaran yang tak bisa digoyahkan