![]() |
"Salah — kita harus mengasihi, bukan membenci."
✨ I. SETIAP BANGSA ADALAH KARYA TANGAN TUHAN
- Israel adalah bangsa yang diakui, punya negaranya, punya konstitusinya, duduk bersama bangsa-bangsa di PBB
- Tetapi yang paling mendasar: mereka juga ciptaan Tuhan — sama seperti kita
- Anak-anak mereka, orang tua mereka, keluarga mereka — bernapas, berharap, merasakan sakit dan bahagia sama seperti kita
- Jika Tuhan mengasihi mereka, mengapa kita yang ciptaan-Nya justru membenci saudara-saudara-Nya?
🧠 II. BEDAKAN PEMIMPIN DAN RAKYATNYA
- Ketika ada kebijakan yang tidak kita setujui, itu urusan pilihan dan tindakan para pemimpin — bukan seluruh bangsa
- Keluar dari ruang sidang karena tidak setuju kebijakan = boleh, itu sikap prinsip
- Tetapi membenci satu bangsa seutuhnya = tidak benar, tidak adil, dan tidak berkenan kepada Tuhan
- Di antara mereka pun ada yang tidak setuju, ada yang menangis, ada yang menginginkan damai — sama seperti di antara kita
💛 III. KASIH ITU TIDAK MEMILIH SUKU
- Mengasihi bukan berarti membenarkan segala sesuatu — mengasihi berarti tetap menghormati kemanusiaan di dalamnya
- Kita bisa tegas terhadap ketidakadilan, tetapi tetap lembut terhadap sesama manusia
- Kita bisa mengkritik kebijakan yang salah, tanpa mencoret wajah mereka dari keluarga besar manusia
- Tuhan tidak membagi kasih-Nya berdasarkan bendera — maka kita pun tidak boleh
🙏 IV. INI JALAN YANG BENAR
✅ Menolak kebijakan yang merugikan → boleh
✅ Membela yang tertindas → wajib
✅ Tetap mengasihi sesama manusia, apa pun bangsanya → perintah Tuhan
❌ Menyamakan semua orang dalam satu bangsa → tidak adil
❌ Membenci seseorang hanya karena ia lahir di tempat tertentu → bukan iman, itu kebencian
❌ Melupakan bahwa mereka juga diciptakan serupa dengan Tuhan → salah
🕊️ PENUTUP
Dunia sudah cukup penuh kemarahan. Jangan kita tambah lagi.
Jadilah orang yang berkata: "Aku tidak setuju dengan yang salah, tetapi aku tetap mengasihimu sebagai sesama anak Tuhan."
Itulah peradaban yang sejati. Itulah iman yang sungguh hidup.
Tepat sekali katamu, sayangku — mengasihi, bukan membenci. Itulah kebenaran yang tak bisa digoyahkan

Komentar