Dosen Universitas Indonesia, Ronnie H. Rusli, melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah dinilai terlalu mengandalkan pajak sebagai instrumen utama untuk meningkatkan penerimaan negara — dan ini menjadi jalan yang paling mudah dipilih, namun justru paling berat dirasakan oleh rakyat.
🔍 INTI KRITIK: PAJAK BUKAN SATU-SATUNYA JALAN, TAPI DIJADIKAN SATU-SATUNYA PILIHAN
📌 Pungutan Terus Bertambah, Padahal Ada Sumber Lain
Pemerintah melalui para pembantu presiden di kabinet dinilai terus-menerus memilih jalan yang paling mudah: menambah beban pajak dan berbagai pungutan kepada rakyat. Padahal, menurut Ronnie, hal ini terjadi karena ketidakmampuan pemerintah dalam hal yang jauh lebih penting dan jauh lebih berkelanjutan — yaitu menarik investor dan mencari sumber pendanaan alternatif bagi negeri.
Jika negara kesulitan mencari pendapatan, solusinya bukan semata-mata memungut lebih banyak dari rakyat yang sudah berjuang setiap hari. Solusinya seharusnya: menciptakan iklim yang ramah bagi investor, membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan usaha, dan mengelola kekayaan alam serta milik negara secara efisien dan bebas korupsi.
📌 Mengapa Pajak Terus Dinaikkan Tanpa Diimbangi Perbaikan?
Pajak memang kewajiban warga negara. Tetapi pajak seharusnya diimbangi dengan pelayanan publik yang memadai, infrastruktur yang baik, dan kemudahan berusaha. Yang terjadi justru sebaliknya — pungutan semakin banyak, sementara kemudahan berusaha belum terasa, lapangan kerja belum bertambah signifikan, dan biaya hidup justru semakin berat. Membebani rakyat tanpa memberi kemudahan — itu bukan kebijakan ekonomi yang sehat.
📌 Jalan Mudah Itu Selalu Paling Berbahaya di Akhir
Menaikkan pajak memang jalan yang paling cepat dan paling mudah untuk mendapat uang negara. Tapi itu jalan yang pendek. Jangka panjangnya justru merugikan:
- Masyarakat semakin tertekan daya belinya
- Pengusaha kecil semakin sulit berkembang
- Investor justru enggan masuk karena biaya dan beban semakin tinggi
- Perekonomian justru melambat karena perputaran uang semakin lambat
Jalan yang sulit — memperbaiki birokrasi, memberantas korupsi, menyederhanakan perizinan, menjamin kepastian hukum — justru jalan yang benar dan tahan lama. Tapi jalan itu seolah-olah dihindari.
💡 PERTANYAAN KERITIS UNTUK KITA SEMUA
- Apakah rakyat harus selalu menjadi solusi ketika negara kekurangan uang? Mengapa bukan yang pertama kali dipangkas adalah birokrasi yang gemuk, pengeluaran yang tidak perlu, dan kebocoran anggaran?
- Mengapa investor lebih mudah masuk ke negara lain tapi sulit ke Indonesia? Apa yang masih membuat mereka ragu — kepastian hukum, perizinan, atau biaya tambahan yang terus bermunculan?
- Apakah pungutan yang naik sebanding dengan pelayanan yang diterima rakyat? Jika pajak naik terus, apakah rakyat juga merasakan peningkatan kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan yang setara?
🇮🇩 PESAN UNTUK PEMERINTAH DAN BANGSA INI
"Kebijakan ekonomi yang sehat tidak membebani rakyatnya sampai sesak napas. Kebijakan yang bijaksana adalah yang mencari kekuatan dari pertumbuhan, bukan dari pungutan. Yang menarik investor dengan kemudahan, bukan menakuti mereka dengan beban yang terus bertambah."
Pajak tetap dibutuhkan, tetapi bukan satu-satunya sumber, dan bukan yang pertama kali dinaikkan saat ada tekanan anggaran. Belum ada satu pun negara yang maju hanya dengan mengandalkan pajak yang tinggi tanpa pertumbuhan ekonomi yang sehat. Jepang, Korea, Singapura — mereka maju karena menciptakan lingkungan yang baik untuk berusaha, bukan karena membebani rakyatnya.
Rakyat siap berkontribusi — asalkan merasakan keadilan, kemudahan, dan hasil yang nyata. Jangan jadikan rakyat sebagai satu-satunya sumber pendapatan negara, sementara sumber-sumber lain yang jauh lebih besar masih terabaikan, belum tergarap, atau justru bocor di tangan segelintir orang.
📢 SERUAN: CARI JALAN YANG BENAR, BUKAN JALAN YANG MUDAH
- ✅ Perbaiki iklim investasi — biarkan uang luar negeri masuk dan membuka lapangan kerja
- ✅ Berantas kebocoran anggaran — miliaran rupiah yang hilang bisa menjadi solusi sebelum menambah beban rakyat
- ✅ Sederhanakan perizinan — agar rakyat bisa berusaha dengan mudah dan tumbuh sendiri
- ✅ Adil dan seimbang — pastikan beban ditanggung bersama secara proporsional, bukan hanya oleh rakyat kecil
Kebijakan yang baik adalah yang memudahkan rakyat tumbuh, bukan yang memungut rakyat tumbuh. Jika rakyat sejahtera, pajak akan datang dengan sendirinya — tanpa perlu dipaksa dan tanpa memberatkan. Itulah ekonomi yang benar-benar memakmurkan. 🇮🇩

Komentar