![]() |
sumber foto dari F/B
KATA YANG MENGGETARKAN HATI
"Kadang kita meminta Tuhan membukakan pintu yang baru, padahal kita sendiri takut meninggalkan pintu yang lama."
PINTU YANG KITA TINGGALKAN — BUKAN TANPA ALASAN
Pintu yang lama itu sudah kita kenal:
- Kita tahu di mana letak gagangnya
- Kita tahu apa yang ada di baliknya — meski tidak lagi menyenangkan
- Kita sudah terbiasa, meski di sana tidak lagi tumbuh, tidak lagi berkembang, tidak lagi damai
- Di sana ada kenangan, ada kebiasaan, ada rasa aman yang semu — karena terbiasa, bukan karena baik
Lalu kita berdoa: "Tuhan, bukakanlah jalan baru untukku!" — tetapi kaki kita tidak melangkah. Hati kita tidak berani melepaskan. Tangan kita masih memegang erat gagang pintu yang lama.
MENGAPA PINTU BARU TIDAK TERASA MUDAH?
- Pintu lama = nyaman karena sudah diketahui
- Pintu baru = menakutkan karena belum diketahui
- Kita takut: "Bagaimana jika di sana lebih sulit?"
- Padahal Tuhan tidak menjanjikan jalan yang mudah — Dia menjanjikan penyertaan yang cukup
Tuhan tidak menutup pintu yang baik, hanya untuk membiarkan kita berdiri di tempat gelap.
FIRMAN YANG MENGINGATKAN
"Lupakanlah apa yang telah berlalu, jangan terpaku pada masa lalu. Sesungguhnya Aku akan melakukan sesuatu yang baru..."
— Yesaya 43:18–19
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu..."
— Roma 12:2
Berubah itu melepaskan. Menerima hal baru itu berani melangkah. Dan itulah iman: melangkah meski belum melihat sepenuhnya.
TIDAK BISA DUA ARAH SEKALIGUS
- Tidak mungkin tetap tinggal di tempat lama sekaligus tiba di tempat baru
- Tidak mungkin memegang erat yang lalu sekaligus menerima yang baru
- Tuhan membukakan pintu — tetapi kita yang harus melangkah masuk
- Dia tidak memaksa tangan kita. Dia menunggu keputusan hati kita
Meminta perubahan sambil tetap bertahan di tempat yang sama, itu bukan iman — itu keraguan yang disembunyikan di balik doa.
MULAI HARI INI — BERANI MELEPASKAN
- ✅ Akui ketakutanmu — Tuhan tidak meminta kita tidak takut, tapi tetap melangkah meski takut
- ✅ Percaya: Dia yang memimpin sampai ke sini, Dia pula yang akan memimpin ke depan
- ✅ Pintu lama ditutup-Nya bukan untuk menyakiti — tapi agar kita tidak kembali ke tempat yang tidak lagi untuk kita
- ✅ Pintu baru dibukakan-Nya bukan karena kita pantas — tapi karena kasih-Nya yang mempersiapkan masa depan yang lebih baik
KESIMPULAN
Tuhan tidak pelit membukakan pintu. Kita yang pelit melepaskan yang lama.
Berdoalah dengan jujur: "Tuhan, bukakanlah jalan-Mu, dan berikan aku keberanian untuk melangkah meninggalkan yang lalu."
Karena pintu baru itu tidak akan terbuka selebar-lebarnya selama tangan kita masih memegang erat pintu yang lama.

Komentar