MENENTANG KEBENARAN: MENTERI HAM NATALIUS PIGAI MINTA KASASI ATAS PUTUSAN BANDING PENYIRAMAN AIR KERAS -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

MENENTANG KEBENARAN: MENTERI HAM NATALIUS PIGAI MINTA KASASI ATAS PUTUSAN BANDING PENYIRAMAN AIR KERAS

Minggu, 06 September 2026

— Ketika Keadilan Harus Terus Diperjuangkan

 

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta pengacara untuk mengajukan upaya hukum kasasi terhadap putusan pengadilan banding dalam kasus penyiraman air keras terhadap Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Langkah ini diambil setelah Pengadilan Militer Tinggi Jakarta justru membatalkan pemecatan dua anggota TNI — Serda Edi Sudarko dan Letda Budhi Haryanto Wiidhi Cahyono — yang sebelumnya telah dijatuhi hukuman dalam perkara tersebut.

 

🔍 Catatan Kritis: Di Mana Letak Keadilannya?

 

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mendasar yang patut kita renungkan bersama:

 

1. ⚖️ Keadilan Tidak Boleh Mundur Selangkah Pun

 

Menyiram air keras ke tubuh seseorang adalah tindakan kekerasan yang sangat berat, melukai fisik, menghancurkan masa depan, dan menabrak prinsip paling dasar kemanusiaan. Ketika pengadilan justru meringankan atau membatalkan sanksi terhadap pelaku, maka keadilan bagi korban seolah-olah ditarik kembali. Langkah Menteri HAM untuk mengajukan kasasi adalah bukti bahwa kebenaran tidak boleh berhenti di tengah jalan — ia harus diperjuangkan sampai tuntas.

 

2. 🛡️ Negara Wajib Melindungi Siapa Saja, Termasuk Pengkritik

 

Andrie Yunus adalah aktivis yang menyuarakan kebenaran. Menyasar orang yang berani bicara adalah bentuk penindasan yang tidak boleh dibiarkan. Jika seseorang menjadi sasaran kekerasan hanya karena ia berani mengawasi jalannya negara, maka siapapun bisa menjadi korban berikutnya. Negara harus menjamin keamanan setiap warga — bukan malah membiarkan pelaku kekerasan dilepaskan begitu saja.

 

3. ⚔️ Hukum Harus Tajam ke Atas, Tetap Tegas ke Bawah

 

Tidak boleh ada perbedaan perlakuan hanya karena status atau kedudukan. Hukum itu satu, untuk semua orang. Jika perbuatan itu salah, maka siapapun yang melakukannya — tanpa kecuali — harus mempertanggungjawabkannya sepenuhnya. Membatalkan pemecatan pelaku justru memberi pesan yang salah: bahwa kekerasan bisa dimaafkan begitu saja.

 

4. 🕊️ Keadilan Bukan Sekadar Prosedur — Tapi Hati yang Memihak Kebenaran

 

Proses hukum boleh berjalan lama, boleh naik turun banding, tetapi satu hal yang tidak boleh hilang: rasa keadilan di hati rakyat. Jika rakyat merasa hukum tidak berpihak pada kebenaran, maka kepercayaan terhadap negara akan runtuh perlahan-lahan.

 

 

 

💡 Pesan untuk Bangsa

 

Langkah Menteri HAM Natalius Pigai ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh pasrah ketika keadilan tergerus. Mengajukan kasasi bukan berarti tidak menerima putusan pengadilan — melainkan memastikan bahwa kebenaran benar-benar diperiksa sampai ke akarnya, sehingga tidak ada yang dirugikan, dan tidak ada pelaku kekerasan yang lolos begitu saja.

 

"Keadilan bukan sesuatu yang diberikan sekali lalu dilupakan. Ia harus diperjuangkan terus, selamanya, sampai yang benar benar-benar menang, dan yang salah benar-benar bertanggung jawab."

 

Semoga upaya hukum ini membawa kebenaran yang utuh bagi Andrie Yunus, bagi hukum Indonesia, dan bagi seluruh rakyat yang mendambakan keadilan yang sesungguhnya. 🇮🇩