-->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Sabtu, 05 September 2026



๐Ÿฅ‡ PELANTIKAN PENGURUS DAN RAKER NASIONAL PBFC

 

4–6 SEPTEMBER 2026 — PENDOPO KANCA PANCASILA & PEDEPOKAN PENCAK SILAT, TAMAN MINI INDONESIA INDAH

 

Acara: Pelantikan Pengurus & Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Bela Diri Fight Club (PBFC)

Waktu: 4, 5, dan 6 September 2026

Lokasi:

 

- 4 & 6 September — Pendopo Kanca Pancasila, Taman Mini Indonesia Indah

- 5 September — Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah


๐Ÿ“ KEPEMIMPINAN PBFC — TOKOH BANGSA YANG BERKOMITMEN MEMBANGUN KARAKTER GENERASI

 

Dalam pelantikan yang bersejarah ini, PBFC menegaskan komitmennya untuk memajukan bela diri sekaligus membangun karakter bangsa di bawah kepemimpinan yang kuat dan berwawasan luas:

 

- ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Ketua Dewan Pembina PBFC: Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto

— Tokoh bangsa yang dikenal dengan kedisiplinan tinggi, jiwa kepemimpinan yang teguh, serta dedikasi yang mendalam terhadap pembangunan karakter pemuda dan kemajuan olahraga bela diri Indonesia.

- ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Ketua Umum PBFC: Sugiono, B.Sc., MBA

— Pemimpin yang berpendidikan luas, berwawasan internasional, dan berkomitmen memajukan bela diri bukan hanya sebagai olahraga, melainkan sebagai sarana pembentukan watak, kedisiplinan, dan peradaban bangsa yang mulia.

 

๐Ÿ“ MAKNA LOKASI — DARI KANCA PANCASILA HINGGA PEDEPOKAN PENCAK SILAT

 

Pemilihan lokasi di Taman Mini Indonesia Indah bukanlah kebetulan — setiap tempat memiliki makna yang mendalam dan menyatukan nilai-nilai luhur bangsa:

 

๐Ÿ”น Pendopo Kanca Pancasila — Berlandaskan Persaudaraan dan Asas Negara

 

"Kanca Pancasila" berarti "Saudara Pancasila" — tempat di mana kita semua bersaudara di bawah satu asas negara.

 

Bela diri bukan untuk saling mengalahkan, melainkan untuk saling menguatkan, menjaga persatuan, dan membela kebenaran. Setiap gerakan, setiap latihan, dan setiap langkah PBFC harus berlandaskan Pancasila: beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, beradab dan berbudaya, bersatu, berkeadilan, dan demokratis. PBFC berdiri bukan untuk kelompok tertentu — melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

 

๐Ÿ”น 5 September — Padepokan Pencak Silat — Berakar pada Warisan Leluhur

Pada tanggal 5 September 2026, rangkaian acara dilaksanakan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah — tempat yang penuh makna dan nilai budaya, karena pencak silat adalah bela diri asli Nusantara yang lahir dari budaya sendiri dan telah diakui dunia. Pelantikan di padepokan ini bukan sekadar seremonial — melainkan simbol bahwa PBFC berakar pada nilai-nilai luhur leluhur: kesopanan, keteguhan hati, kekuatan yang terkendali, dan keharmonisan sesama manusia.

 

Di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini — kita tidak hanya melantik pengurus. Kita melantik tekad untuk menjadikan bela diri sebagai sarana membangun pemuda yang kuat fisiknya, mulia hatinya, dan teguh imannya.

 

๐Ÿ“ TUJUAN DAN VISI KE DEPAN

 

Dengan kepemimpinan yang kokoh dan visi yang jelas, pelantikan ini menjadi awal langkah besar bagi PBFC untuk:

 

- ✅ Memajukan olahraga bela diri yang sehat, sportif, beretika, dan mengharumkan nama bangsa

- ✅ Membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, pantang menyerah, dan berakhlak mulia

- ✅ Melestarikan serta mengembangkan nilai-nilai luhur bela diri tradisional maupun modern

- ✅ Menjadi wadah persatuan dan silaturahmi antar pecinta bela diri di seluruh Indonesia tanpa sekat

- ✅ Membangun keseimbangan antara kekuatan fisik, ketajaman pikiran, dan kehalusan budi pekerti

 

Kedisiplinan tentara, kecerdasan ilmuwan, dan kehalusan budi bangsa — itulah yang ingin dibentuk oleh PBFC di bawah kepemimpinan ini.

 

๐Ÿ“ HARAPAN DAN DOA

 

Semoga seluruh pengurus yang dilantik senantiasa memegang teguh amanah ini dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan pengabdian yang tulus. Semoga PBFC semakin tumbuh, semakin kuat, dan semakin bermanfaat bagi rakyat serta negara Indonesia. Semoga bela diri yang dikembangkan menjadi sarana persatuan, kemajuan, dan kebanggaan seluruh anak bangsa.

 

Bela diri yang sejati bukanlah untuk mencederai — melainkan untuk melindungi. Bukan untuk menindas — melainkan untuk membela kebenaran. Dan bukan untuk memisahkan — melainkan untuk menyatukan kita semua sebagai satu bangsa, satu tanah air, satu Indonesia. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ