RAY RANGKUTI: DALANG KERUSUHAN 27 AGUSTUS — BUKAN DARI LUAR, MUNGKIN JUSTRU DARI DALAM KEKUASAAN? -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

RAY RANGKUTI: DALANG KERUSUHAN 27 AGUSTUS — BUKAN DARI LUAR, MUNGKIN JUSTRU DARI DALAM KEKUASAAN?

Sabtu, 05 September 2026




Pernyataan pengamat politik Ray Rangkuti ini membuka perspektif baru yang sangat penting dan patut ditelusuri secara kritis. Selama ini narasi yang beredar di masyarakat selalu mengarah pada dugaan bahwa dalang di balik kerusuhan dan ketidakstabilan itu berasal dari pihak luar kekuasaan — oposisi, kelompok tertentu, atau pihak yang ingin mengganggu pemerintahan. Namun Ray Rangkuti mengajak kita untuk berpikir secara berbeda: sudah saatnya kita berani mempertimbangkan kemungkinan bahwa dalangnya justru berada di dalam lingkaran kekuasaan sendiri.

 

📍 MENGAPA SELALU DITUDING DARI LUAR? NARASI YANG TERLALU MUDAH

 

Selama ini, setiap kali terjadi kerusuhan atau kerusuhan massal, pola yang muncul hampir selalu sama:

 

- Langsung dituding ada pihak di luar kekuasaan yang menggerakkan, memprovokasi, atau membiayai

- Jarang sekali ada pihak yang berani menunjuk ke arah dalam sistem kekuasaan

- Narasi "musuh dari luar" terlalu mudah digunakan untuk menyatukan pendukung dan menutup pertanyaan yang lebih mendalam

 

Ini adalah pola yang berbahaya. Karena jika kita selalu mencari musuh di luar, kita akan lupa memeriksa apa yang ada di dalam. Dan justru di situlah celah — ketidakjujuran bisa tumbuh subur di balik tuduhan yang selalu ditujukan ke pihak lain.

 

📍 KEMUNGKINAN DARI DALAM — LOGIKA YANG WAJIB DIPERTIMBANGKAN

 

Ray Rangkuti mengajak kita melihat kenyataan dengan lebih jernih dan berani:

 

- 📌 Siapa yang paling diuntungkan jika terjadi kerusuhan? — Pertanyaan ini adalah kunci utama. Jika kerusuhan terjadi, siapa yang kemudian mendapat alasan untuk memperketat keamanan, membatasi kebebasan, atau bahkan memperkuat kekuasaan?

- 📌 Siapa yang punya akses, sumber daya, dan kemampuan untuk menggerakkan massa dalam jumlah besar? — Mengorganisir kerusuhan massal bukan hal yang mudah. Butuh koordinasi, biaya, dan perlindungan — hal-hal yang lebih mudah dimiliki oleh mereka yang berada di dalam sistem, bukan di luarnya.

- 📌 Apakah kerusuhan itu justru menjadi alasan untuk menutupi isu-isu lain yang sedang hangat? — Kadang kekacauan diciptakan bukan untuk tujuannya sendiri, melainkan untuk mengalihkan perhatian publik dari hal-hal yang sebenarnya sedang dipermasalahkan.

 

Tidak semua kerusuhan berasal dari luar. Sejarah sering kali mencatat bahwa kekacauan yang menguntungkan penguasa — sering kali juga berasal dari penguasa atau kelompok yang berafiliasi dengannya. Bukan berarti pasti demikian — tapi kemungkinan itu tidak boleh ditutup-tutupi dan harus diselidiki secara jujur.

 

📍 PENYELIDIKAN HARUS TEGAS, TIDAK BOLEH SEBELAH PIHAK

 

Jika dugaan ini diajukan oleh pengamat yang kritis dan independen — maka pihak berwenang wajib menindaklanjutinya dengan penyelidikan yang terbuka dan transparan:

 

- ✅ Jangan langsung menolak atau mencela teori ini — telusuri dengan bukti dan fakta

- ✅ Periksa semua kemungkinan — dari luar maupun dari dalam. Jangan tutup salah satu pintu sebelum terbukti

- ✅ Hasil penyelidikan harus dipublikasikan secara terbuka — rakyat berhak tahu siapa sebenarnya yang bertanggung jawab

- ✅ Siapa pun yang terbukti bersalah — tanpa memandang kedudukan, jabatan, atau afiliasi — harus ditindak secara hukum yang sama

 

Keadilan tidak boleh punya batas. Jika dalangnya dari luar — hukum harus menjeratnya. Jika ternyata dari dalam — hukum juga harus menjeratnya. Tidak boleh ada tempat berlindung di balik jabatan, kekuasaan, atau alasan apa pun.

 

📍 INI BUKAN MENUDUH — INI MENUNTUT KETELITIAN DAN KEJUJURAN

 

Perlu ditegaskan: teori yang dikemukakan Ray Rangkuti ini belum tentu kebenaran mutlak. Namun ini adalah pertanyaan yang wajib dijawab secara jujur dan menyeluruh. Selama ini masyarakat hanya diarahkan ke satu arah — ke luar kekuasaan. Sekarang muncul pertanyaan ke arah yang lain — dan itu wajar, itu sehat, itu adalah bagian dari demokrasi.

 

Jika negara hukum — maka semua kemungkinan harus diperiksa. Tidak boleh ada yang dikecualikan dari pemeriksaan hanya karena kedudukannya. Dan rakyat berhak tahu kebenaran yang sebenarnya — bukan kebenaran yang disusun untuk melindungi pihak tertentu.

 

Kesimpulan: Pernyataan Ray Rangkuti membuka mata kita pada kemungkinan yang selama ini diabaikan: bahwa dalang kerusuhan 27 Agustus belum tentu dari luar — bisa saja justru berada di dalam lingkaran kekuasaan sendiri. Ini bukan tuduhan — ini adalah seruan untuk menyelidiki secara menyeluruh, tanpa pandang bulu, dan tanpa menutup kemungkinan apa pun. Kebenaran tidak boleh ditakuti — ia harus dicari, diungkap, dan dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat. Siapa pun dalangnya — dia harus diadili oleh hukum yang sama. 🇮🇩⚖️