JANGAN JADIKAN USIA SEBAGAI ALASAN -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

JANGAN JADIKAN USIA SEBAGAI ALASAN

Minggu, 04 Oktober 2026


"Janganlah katakan: Aku ini masih muda… tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi."

— Yeremia 1:7

 

I. ALASAN YANG SERING KITA KELUARKAN

 

Saat Tuhan memanggil atau kesempatan datang, kata pertama yang sering keluar dari mulut kita:

 

- "Saya masih terlalu muda, belum berpengalaman."

- "Saya sudah terlalu tua, tenaga sudah tidak sekuat dulu."

- "Saya belum siap, belum cukup mampu."

 

Kita menjadikan angka usia sebagai batas bagi diri sendiri. Padahal Tuhan tidak memandang seperti itu.

 

II. TUHAN TIDAK MEMANDANG TAHUN, TAPI KESIAPAN HATI

 

Yeremia merasa muda, kurang tahu, belum berpengalaman — dan Tuhan justru memakainya! Karena:

 

🔹 Usia muda = bukan kelemahan, melainkan kesempatan untuk melayani lebih lama

🔹 Usia lanjut = bukan beban, melainkan kekayaan pengalaman yang berharga

🔹 Kemampuan tidak harus lengkap di awal — Tuhan yang melengkapi di sepanjang jalan

🔹 Kesiapan hati lebih berharga daripada jumlah tahun yang dijalani

 

Tuhan tidak mencari yang paling tua atau paling muda. Dia mencari yang siap didengar dan siap diutus.

 

III. TANDA TANGAN TUHAN DI BALIK SETIAP USIA

 

Usia Yang Tuhan Tugaskan 

Muda Semangat, tenaga, impian — dibawa untuk memuliakan Dia 

Tengah Kestabilan, kebijaksanaan, kesabaran — menjadi teladan dan penuntun 

Lanjut Doa, kesaksian, pengalaman — menjadi tiang iman bagi generasi 

 

Tidak ada usia yang tidak berguna di tangan Tuhan. Yang tidak berguna hanyalah alasan yang kita pegang.

 

IV. JAWABAN TUHAN SANGAT JELAS

 

"Kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi."

 

- Bukan "kalau sudah cukup umur"

- Bukan "kalau sudah cukup pintar"

- Bukan "kalau semua sudah mendukung"

 

Hanya: Pergi, dan Aku yang menyertai. Tuhan tidak mengutus lalu membiarkan. Dia yang memanggil, Dia yang memampukan.

 

V. KESIMPULAN: LANGKAH SAJA

 

Jangan tunggu sampai merasa "cukup". Karena perasaan itu tidak akan datang. Langkahlah dulu, cukupnya akan Tuhan berikan di perjalanan.

 

"Bukan usiamu yang menentukan seberapa berguna engkau. Melainkan seberapa rela hatimu untuk dipakai Tuhan."

 

Siap melangkah, apa pun usiamu?