Merdekaanews.Com, Jakarta - Indonesia merupakan negara kesatuan yang bentuknya republik, sehingga negara diselenggarakan berdasarkan kepada kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara demokratis. Pesta demokrasi dilakukan setiap 5 tahun sekali untuk memilih pemimpinnya, baik pemimpin negara maupun pemimpin disetiap daerah termasuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta ditahun 2017 yang memberikan efek berkepanjangan bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.
Pemilihan yang diramaikan oleh tiga pasangan calon ini akhirnya dimenangkan oleh pasangan nomur urut tiga yaitu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan peroleh suara 3.240.987 dengtan persentase 57,96 persen suara.
Pemilihan tahun 2017 di DKI Jakarta mengantarkan Anies pada Kemenangan Anies Baswedan dan membawa namanya menjadi pusat perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia. Anis Baswedan memang terlahir dari keluarga akademisi, kedua orang tuanya merupakan dosen dan kakeknya Abdurrachman Baswedan (Lestari, 2021) adalah pejuang pergerakan nasional dan pernah diberi mandate untuk menjadi Menteri Penerangan pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia.
Anies sendiri memang lebih dikenal sebagai tokoh pendidikan, terlebih jika dilihat dari kilas baliknya saat dibangku kuliah yang aktif dalam organisasi dan lomba-lomba untuk mengharumkan nama bangsa. Kemudian melanjutkan kariernya mendirikan Yayasan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor Universitas Paramadina yang pada saat itu sebagai rektor termuda hingga pada 2014, beliau diberikan mandat oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada kabinetnya yaitu kabinet kerja.
Latar belakang yang cukup dalam menjadikan bekal untuk Anies Baswedan memilih aspek Pendidikan sebagai tujuan utamanya untuk memabngun Republik Indonesia. Anies sendiri berpendapat bahwa jika Pendidikan merupakan sebuah monumen emas yang dapat mengantarkan Indonesia ke depan gerbang masa depan yang cerah dan kemajuan dalam semua sector. Demokrasi yang ada dapat diartikan sebagai akal yang tumpul ke bawah apabila tidak ditemani dengan sigapnya aspek Pendidikan, masyarakat sebagai warga negara memang sudah seharusnya memiliki bekal pendidikan yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan dan halangan bangsa ini di masa mendatang.
Memilih untuk menerima tawaran Partai Nasdem sebagai Calon Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2024 adalah sebuah langkah yang tepat karena gagasan yang sangat visioner dan sulit menemukan pembandingnya diera saat ini.
Mugkin banyak yang bertanya-tanya mengapa harus Anies yang menggantikan Jokowi Dodo di 2024 mendatang?
Jawabannya simple, Anies adalah Pemimpin yang Visioner.
Memilih berjuang bersama anies adalah sebuah langkah yang tepat saya pikir karena atas berbagai prestasi yang tak jarang didapatkan oleh Kepala Daerah dengan jangka waktu 5 tahun masa jabatan dimana prestasi itu : Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC),Stadion Jakarta International Stadium (JIS),Revitalisasi Kota Tua Batavia,Sumur Resapan,Pembangunan Jalur Sepeda,JPO Pinisi di Jalan Jenderal Sudirman,Aplikasi Jakarta Kini (JAKI),Jaklingko,Pelebaran Trotoar,Gratiskan PBB dibawah 2 M,Rumah DP Rp. 0, Kampung Susun Akuarium, Flyover Tapal Kuda, Revitalisasi simpang tiga pasar senen, Meraih 4 Penghargaan Kategori Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan ,Meraih Sembilan Penghargaan Anugerah Public Relations Indonesia Awards (PRIA), Meraih Sustainable Transportation Award (STA),Meraih KPPU Award, Meraih IDC Future Enterprise Awards,Meraih Top Digital Awards, Anugerah Dwija Praja Nugraha.
Dan masih banyak lagi prestasi anies, dari beberapa prestasi yang disebutkan penulis hal tersebut menjadi Indikator bahwa Anies layak menjadi pengganti Jokowi Dodo sebagai Presiden 2024 mendatang.
Ahmad Rifai
Mahasiswa Pascasarjana IPB University

Komentar