Jangan Menggadaikan Bangsa Demi Segelintir Elit -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Jangan Menggadaikan Bangsa Demi Segelintir Elit

Rabu, 19 Agustus 2026

Janganlah kita menggadaikan bangsa ini — tanah air, sumber daya alam, dan masa depan anak cucu — hanya demi kepentingan segelintir penguasa, sekelompok elit, atau orang-orang yang duduk di kursi kekuasaan namun tidak mencintai negeri ini. Mereka yang menghancurkan peradaban bangsa demi keuntungan sesaat, sedang membakar rumahnya sendiri demi sepotong emas.

 

Lihatlah contoh dari bangsa lain — Republik Demokratik Kongo (Zaire) — negeri yang kaya raya dengan tambang berlian, kobalt, tembaga, dan logam berharga lainnya. Namun di bawah pemerintahan Mobutu Sese Seko, kekayaan itu diambil habis oleh elit penguasa — dibangun istana mewah, rekening pribadi bertumpuk, sementara rakyatnya miskin, negaranya hancur, dan peradabannya runtuh. Sumber daya alam tidak menjadi berkah — justru menjadi kutukan karena pemimpinnya menjual bangsanya sendiri.

 

Begitu juga Sudan — negeri yang kaya tanah dan sejarah, namun karena elitnya saling berebut kekuasaan dan mengabaikan rakyat — negeri itu terpecah, hancur, dan rakyatnya menderita perang berkepanjangan. Sementara itu, kekayaan alamnya terus diambil, tapi tidak pernah kembali untuk membangun rakyatnya.

 

Almarhum Bung Karno pernah memperingatkan dengan tegas:

 

"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

 

Dan beliau juga berkata:

 

"Kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa."

 

Maka janganlah kita biarkan ini terjadi di negeri kita. Jangan biarkan sekelompok orang menjual kedaulatan, mengambil kekayaan alam, dan membiarkan rakyat menderita. Bangsa ini bukan milik penguasa semata — ia milik setiap rakyat, dari Sabang sampai Merauke. Sumber daya alam ini bukan untuk dihabiskan dalam satu generasi — ia titipan untuk anak cucu.

 

Jika pemimpin tidak membangun peradaban, jika ia hanya menguntungkan kelompoknya sendiri — maka ia bukan pemimpin, ia adalah penjajah di tanah sendiri. Dan sejarah selalu mencatat: bangsa yang dijual oleh pemimpinnya sendiri — akan hancur sebelum waktunya.

 

Jangan biarkan itu terjadi. Bangunlah untuk rakyat, bukan untuk segelintir orang. Karena negeri ini bukan milik mereka — ia milik kita semua, selamanya.

 

Bekasi, 19 Agustus 2026