APA YANG MAU KAU SOMBONGKAN? -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

APA YANG MAU KAU SOMBONGKAN?

Sabtu, 19 September 2026
                         Sumber foto dari F/B


Renungan: Hari Ini Kau di Atas Tanah, Besok Tanah di Atasmu

 

I. KITA TERLALU SERING MERASA BESAR

 

Manusia mudah terjebak dalam perasaan yang menipu:

 

- Merasa paling tinggi jabatannya

- Merasa paling banyak hartanya

- Merasa paling benar pendapatnya

- Merasa paling kuat kedudukannya

 

Seolah-olah semua itu milik selamanya. Seolah-olah posisi yang ditempati tidak akan pernah berubah. Seolah-olah kita yang mengatur segalanya.

 

Kita berdiri tegak, melupakan bahwa kaki yang melangkah ini suatu saat akan berhenti.


II. PERINGATAN RUMI YANG LEMBUT TAPI MENYADARKAN

 

Penyair bijak Rumi mengingatkan dengan kalimat yang sederhana namun tajam:

 

"Rumput yang hari ini kamu injak dengan sombong di bawah kakimu, besok ia akan tumbuh dengan subur di atas makammu."

 

Itulah kebenaran yang tidak bisa dibantah:

 

- Rumput yang kau anggap rendah, yang kau lewati tanpa peduli — kelak ia akan menutupi tempat peristirahatanmu yang terakhir

- Yang kau anggap tidak berharga, justru akan menjadi bagian dari bumi yang menerima tubuhmu kembali

- Yang kau injak dengan bangga, kelak tumbuh di atasmu, hidup sementara kau sudah tiada

 

III. HARI INI KAU DI ATAS TANAH — BESOK TANAH DI ATASMU

 

Ini bukan ancaman, ini kenyataan yang sama untuk semua orang:

 

Hari Ini Besok 

Duduk di kursi paling tinggi Berbaring di tempat yang sama rata bagi semua 

Memiliki harta yang berlimpah Tidak membawa sehelai kain pun 

Suara didengar dan dituruti Suara sudah tidak terdengar 

Merasa tak tergantikan Hidup tetap berjalan tanpa kita 

Menganggap diri pemilik Menjadi milik bumi kembali 

 

Tidak ada yang kekal. Tidak ada yang benar-benar milik kita. Kita hanya dipinjamkan untuk sementara waktu.

 

IV. APA YANG SEBENARNYA LAYAK DIBANGGAKAN?

 

Jika jabatan berlalu, harta ditinggalkan, kedudukan dilupakan — apa yang tersisa?

 

✅ Kebaikan yang pernah kau lakukan — itu yang diingat orang

✅ Kasih yang pernah kau berikan — itu yang tidak bisa hilang

✅ Kerendahan hati yang kau tunjukkan — itu yang membuatmu dihormati

✅ Kebenaran yang kau tegakkan — itu yang bertahan meski kau sudah pergi

✅ Cara kau memperlakukan orang yang lemah — itu ukuran kebesaran jiwamu

 

Bukan seberapa tinggi kau naik, melainkan seberapa baik kau berbuat saat berada di atas.

 

V. JADI APA YANG MAU KAU SOMBONGKAN?

 

Pertanyaan ini sederhana, namun jawabannya mengubah hidup:

 

❓ Apakah jabatan yang bisa diambil orang lain dalam sekejap?

❓ Apakah harta yang bisa lenyap dalam satu malam?

❓ Apakah pujian yang bisa berubah menjadi cela dalam sekejap mata?

❓ Apakah kekuasaan yang tidak bisa kau bawa melewati pintu kematian?

 

Satu-satunya hal yang kau bawa pergi adalah apa yang ada di hatimu — kebaikan, kasih, kejujuran, dan ketakwaan. Itulah satu-satunya harta yang tidak bisa diambil siapa pun.

 

VI. PENUTUP — RENUNGAN SEBELUM MATA TERTUTUP

 

Jangan sombongkan apa yang akan ditinggalkan.

Jangan injak yang lebih rendah, karena takdir semua sama.

Hari ini kau berjalan di atasnya.

Besok ia akan menutupimu.

 

Maka jadilah rendah hati.

Berbuatlah baik selagi masih ada waktu.

Karena ketika semua kemegahan telah sirna,

yang tersisa hanyalah jejak kebaikan yang kau tinggalkan di hati orang lain.