![]() |
FAKTA YANG HARUS KITA PERTANYAKAN
Di Cina, pembangunan jalan tol tidak hanya mengelilingi kota-kota besar. Jalan-jalan itu menjangkau wilayah terpencil, menyambung pulau-pulau yang terpisah, menembus pegunungan, hingga sampai ke daerah yang dulu dianggap mustahil dijangkau. Yang terluar, yang terjauh, yang tertinggal — semuanya disambungkan.
Di sana, pembangunan tidak berhenti di pusat. Ia mengalir ke seluruh penjuru negeri.
DI SINI — JALAN TETAP BERKUMPUL DI KOTA BESAR
Sementara di negeri kita:
- ✅ Tol di kota besar terus bertambah, terus diperlebar, terus disambung satu sama lain
- ❌ Tetapi di Indonesia Timur, di pulau-pulau terluar, di daerah yang tertinggal — jalannya belum terhubung, belum kokoh, belum menjangkau
- ❌ Orang di sana belum bisa mengangkut hasil bumi dengan lancar, belum bisa berobat dengan cepat, belum bisa berdagang dengan mudah
- ❌ Kita memperindah jalan di tempat yang sudah mudah — sementara yang kesulitan tetap kesulitan
Membangun hanya di tempat yang sudah mudah bukanlah kemajuan. Itu hanya menumpuk di tempat yang sudah penuh.
BUKAN SOAL MENIRU — SOAL MEMAHAMI MAKNA PEMBANGUNAN
Cina tidak membangun hanya di tempat yang menguntungkan secara cepat. Mereka membangun untuk menyatukan, untuk mengangkat, agar tidak ada wilayah yang tertinggal.
- Membuat tol di kota → memudahkan yang sudah mudah
- Membangun jembatan dan jalan ke pulau-pulau terluar → mengubah nasib seluruh generasi
- Menyambungkan yang terpisah → membuka pintu rezeki, pendidikan, kesehatan yang selama ini tertutup
Mengapa mereka bisa? Karena mereka memandang seluruh negeri sebagai satu rumah. Tidak ada sudut yang boleh rusak.
KENAPA KITA BELUM BISA?
Bukan soal kekayaan alam — negeri ini jauh lebih kaya. Bukan soal luas wilayah — negeri ini justru lebih membutuhkan jembatan. Pertanyaannya sederhana:
- Apakah rencana pembangunan benar-benar menjangkau sampai ke ujung?
- Apakah anggaran dipakai untuk menyambungkan yang terpisah, atau hanya memperindah yang sudah terlihat?
- Apakah yang tinggal di pulau terluar juga dianggap bagian dari rencana masa depan bangsa?
INI BUKAN KECEMBANGAN — INI KETIDAKADILAN
- Jika jalan tol hanya melayani mereka yang sudah hidup nyaman, maka itu bukan pembangunan untuk semua
- Jika saudara di timur tetap terisolasi, maka kemajuan di kota besar tidak bisa disebut kemajuan bangsa
- Negeri ini utuh hanya jika setiap ujungnya tersentuh, setiap pulau terhubung, setiap warga merasa diperhatikan
KESIMPULAN
Jangan bangga dengan jalan yang bertambah di kota, jika saudara di pulau lain belum punya jalan pulang yang layak.
Belajarlah bukan meniru bentuknya, melainkan semangatnya: membangun sampai ke ujung, menyambungkan yang terpisah, tidak membiarkan siapa pun tertinggal.
Tidak ada ujung negeri yang boleh ditinggalkan. Karena di sanalah pertahanan, kekayaan, dan masa depan bangsa juga berada.

Komentar