![]() |
— Ferdy Sambo, Harvey Moeis, Indra Kenz Muncul dalam Pembahasan Rapat DPR–Kemenimipas —
Selasa, 29 September 2026
🔹 I. APA YANG TERJADI
Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi XIII DPR RI dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Anggota DPR Rieke Diah Pitaloka menyoroti ketidaksamaan yang menggelitik nalar:
- Saat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi memaparkan nama-nama warga binaan yang diperiksa terkait temuan bangunan dan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, hanya nama Ferdy Sambo yang disebutkan secara terbuka
- Sementara nama-nama lain yang juga banyak dibicarakan publik — Harvey Moeis dan Indra Kesuma atau Indra Kenz — tidak muncul dalam penyebutan tersebut
- Rieke mempertanyakan: mengapa hanya satu nama yang ditonjolkan, sementara nama yang lain seolah tidak ada?
🔹 II. PERTANYAAN YANG DIAJUKAN
Rieke menyampaikan bahwa publik berhak mengetahui kejelasan secara menyeluruh:
✅ Jika ada pemeriksaan, sebutkan semua yang diperiksa
- Tidak pantas hanya menyebut nama yang paling dikenal luas, lalu mengabaikan nama yang lain
- Semua warga binaan yang diduga terlibat harus diperlakukan sama di hadapan pengawasan publik
✅ Jika belum diperiksa, jelaskan alasannya
- Apakah status hukumnya berbeda? Apakah lokasi penempatannya berbeda?
- Apakah ada pertimbangan khusus sehingga nama-nama tersebut tidak ikut disebut?
- Publik berhak mendapat jawaban yang jelas, bukan sekadar sebagian informasi
✅ Kesamaan di hadapan hukum tidak boleh terlihat timpang
- Masyarakat mulai bertanya: apakah ada yang dilindungi? Apakah ada yang sengaja dibiarkan?
- Ketidakjelasan ini justru memunculkan keraguan terhadap keseriusan penanganan masalah
🔹 III. KONTEKS MASALAH YANG MENJADI LATAR
Inspeksi mendadak Ombudsman RI di Lapas Cibinong pada 23 September 2026 menemukan:
- Bangunan-bangunan terpisah dengan fasilitas menyerupai apartemen atau vila mewah
- Lokasi berdekatan dengan rumah dinas pejabat, tersembunyi dari pandangan umum
- Petugas sempat menolak kedatangan tim sidak, bahkan terjadi dorong-dorong di pintu gerbang
- Temuan ini memicu gelombang pertanyaan di seluruh negeri: siapa yang menikmati fasilitas istimewa itu?
🔹 IV. TINJAUAN: KETERBUKAAN ADALAH KUNCI KEPERCAYAAN
Yang Terlihat Saat Ini Yang Seharusnya Terjadi
Hanya sebagian nama yang disebut publik Semua nama yang terlibat disebut secara lengkap
Sebagian terlihat ditindak, sebagian seolah terlupakan Semua diperlakukan sama sesuai aturan
Informasi datang sedikit demi sedikit Informasi terbuka sejak awal
Publik menebak-nebak dan curiga Publik mendapat kejelasan dan tenang
Keadilan bukan hanya soal memutuskan benar atau salah — tapi soal terlihat adil oleh semua orang. Jika ada yang disembunyikan, kepercayaan ikut tersembunyi.
🔹 V. HARAPAN YANG DITUNGGU
Rapat ini mengingatkan:
- 🕊️ Masalah di Lapas Cibinong bukan milik satu nama — ini milik seluruh bangsa
- 🕊️ Tidak boleh ada "kelas istimewa" di balik tembok penjara
- 🕊️ Yang benar-benar bersih adalah yang tidak takut menyebut semua nama yang terlibat
- 🕊️ Jawaban yang lengkap, jujur, dan cepat adalah satu-satunya cara mengembalikan kepercayaan rakyat
Rakyat tidak menuntut siapa dihukum lebih berat.
Rakyat hanya menuntut: semua yang terlibat, diperiksa. Semua yang diperiksa, dijelaskan. Semua yang dijelaskan, terbuka untuk semua.

Komentar