![]() |
Gaji guru harus tinggi, karena mereka memegang fondasi peradaban bangsa. Dan mereka yang duduk di dewan pengurus negara — eksekutif, legislatif, yudikatif — pun tidak boleh kalah. Pengelolaan negara bukan seperti membuat film: selesai satu episode, lalu buat yang baru. Negara adalah urusan rakyat dari Sabang sampai Merauke — sangat luas, sangat kompleks, dan sangat berkelanjutan. Maka yang memimpin pun harus memiliki jenjang pendidikan yang tinggi, pengetahuan yang luas, dan pemahaman yang mendalam. Jangan sampai karena kualifikasi yang rendah — bangsa ini justru mundur dan jatuh ke dalam jurang. Lihatlah Singapura — tidak main-main. Lihatlah Filipina — yang masuk ke dewan pun berpendidikan tinggi. Ini bukan soal gengsi — ini soal kemampuan mengelola negara yang semakin maju dan semakin kompleks.
GURU ADALAH GARIS DEPAN — HARUS DIHARGAI DENGAN LAYAK
Pertama dan terpenting: gaji guru harus tinggi dan terhormat. Bukan karena mereka meminta — tetapi karena apa yang mereka lakukan adalah pekerjaan terpenting di negeri ini. Mereka membentuk pikiran generasi penerus, mereka menanamkan ilmu, mereka membangun karakter. Jika guru hidup dalam kekurangan, maka pendidikan yang lahir pun akan lemah. Jika guru dihargai rendah — maka masa depan bangsa pun akan rendah. Negara yang maju selalu menempatkan guru di posisi terhormat dan kesejahteraan yang tinggi — karena mereka tahu: kualitas bangsa tidak akan pernah melebihi kualitas pendidiknya.
MENGELOLA NEGARA BUKLAH MAIN FILM — TIDAK BOLEH SELESAI LALU GANTI CERITA
Kemudian — dan ini yang paling penting: menjalankan negara bukanlah seperti membuat film. Di film, satu episode selesai — lalu bisa dibuat cerita baru, tokoh baru, skenario baru. Tapi negara? Negara tidak bisa begitu. Rakyat tidak bisa diganti. Masalah yang hari ini belum selesai — akan terus berlanjut ke esok hari, ke tahun depan, ke generasi berikutnya. Ini bukan skenario yang ditulis sutradara — ini kehidupan nyata jutaan orang, dari Sabang sampai Merauke, yang nasibnya bergantung pada keputusan yang diambil setiap hari.
Maka mereka yang duduk di dewan pengurus negara — eksekutif, legislatif, yudikatif — tidak boleh orang yang hanya bisa tampil, berbicara manis, atau terkenal saja. Mereka harus orang yang benar-benar paham — paham ekonomi, paham hukum, paham sosial, paham bagaimana membangun bangsa yang luas dan beragam ini. Karena mengelola negara itu sangat kompleks — jauh lebih luas dan jauh lebih rumit daripada sekadar tampil di layar kaca.
PENDIDIKAN TINGGI BUKAN GENGSI — TAPI SYARAT WAJIB
Maka harus ditegaskan dengan tegas: siapa pun yang masuk ke dewan pengurus negara — minimal harus S2, dan sebisa mungkin S3. Bukan untuk membedakan orang — tetapi karena negara ini semakin hari semakin kompleks. Pengetahuan harus terus berkembang, semakin dalam, semakin luas. Jika yang memimpin hanya berpendidikan SMA — pemahamannya akan dangkal. Dan negara yang dikelola dengan pemahaman yang dangkal — pasti akan jatuh ke dalam jurang. Itu bukan diskriminasi — itu syarat tanggung jawab. Jika kau ingin mengelola hal yang paling besar dan paling penting di negeri ini — maka kau harus siap dengan ilmu yang paling besar pula.
Lihatlah Singapura — tidak main-main. Yang memimpin adalah orang-orang yang berilmu tinggi, yang belajar sungguh-sungguh, yang mengerti cara membangun bangsa. Tidak ada yang masuk hanya karena populer atau karena artis. Lihatlah Filipina — walaupun ada tokoh yang berasal dari dunia hiburan, mereka tetap berpendidikan tinggi, berjenjang, dan tidak merasa cukup dengan sekadar tamatan sekolah menengah. Mereka tahu: pemahaman yang dangkal tidak cukup untuk mengelola negara yang dalam dan luas.
EKSEKUTIF, LEGISLATIF, YUDIKATIF — HARUS TEGAS DAN BERKUALITAS
Tiga kekuasaan negara ini — eksekutif, legislatif, yudikatif — semuanya harus menjalankan tugas dengan ketegasan dan dengan kualifikasi yang tinggi. Tidak boleh ada kompromi di sini. Tidak boleh ada yang masuk karena koneksi, karena nama besar, atau karena popularitas. Seleksi harus dilakukan dengan ketat, dengan jujur, dan dengan standar yang tinggi — demi keselamatan bangsa ini di masa depan.
Jika yang memimpin tidak cukup berilmu — maka setiap keputusan yang diambil bisa berbahaya. Jika yang membuat undang-undang tidak paham akibatnya — maka rakyat yang akan menderita. Jika yang mengadili tidak memahami keadilan dengan dalam — maka kebenaran akan hilang. Kita tidak membutuhkan orang yang terkenal — kita membutuhkan orang yang mampu. Kita tidak membutuhkan orang yang pandai bicara — kita membutuhkan orang yang paham cara bekerja.
PENUTUP — PILIHAN: MAJU BERSAMA ILMU, ATAU MUNDUR KARENA DANGKAL
Maka inilah yang harus diputuskan oleh bangsa ini: GURU HARUS DIHARGAI TINGGI — KARENA MEREKA MENYIAPKAN MASA DEPAN. DAN YANG MEMIMPIN NEGARA HARUS BERILMU TINGGI — MINIMAL S2, S3 — KARENA NEGARA INI TERLALU BESAR DAN TERLALU KOMPLEKS UNTUK DIKELOLA DENGAN PEMAHAMAN YANG DANGKAL. Mengelola bangsa bukanlah film yang bisa selesai lalu diganti — ini adalah kehidupan nyata, berkelanjutan, dan abadi. Jangan biarkan bangsa ini jatuh ke jurang karena pemimpin yang tidak siap. TEGASKAN STANDAR TINGGI — DAN PASTIKAN BAHWA SETIAP ORANG YANG MEMEGANG KEKUASAAN MEMANG MEMILIKI ILMU YANG LAYAK UNTUK RAKYAT DARI SABANG SAMPAI MERAUKE!!!

Komentar