![]() |
PALANGKA RAYA, Selasa, 29 September 2026 — Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa (29/9). Kondisi ini terjadi padahal sehari sebelumnya kabut asap sempat menipis dan menghilang setelah turun hujan di sejumlah wilayah.
I. KONDISI TERKINI
- Jarak pandang di wilayah kota menyusut hingga hanya 50 meter
- Pandangan sangat terbatas, mengganggu aktivitas warga maupun pergerakan kendaraan
- Kabut kembali pekat meski sempat cerah akibat hujan kemarin
- Hal ini menandakan bahwa sumber api belum sepenuhnya padam dan masih menyala di berbagai titik
II. MAKNA DI BALIK PERISTIWA
Hujan yang turun kemarin memang memberi harapan segara, namun ternyata belum cukup untuk memadamkan api secara menyeluruh. Ini mengingatkan kita bahwa:
- Kebakaran hutan dan lahan bukan masalah yang bisa selesai hanya dengan turunnya hujan sesaat
- Akar masalah tetap ada: pembakaran yang disengaja, pengeringan lahan, serta pengelolaan kawasan yang belum tertib
- Kabut yang kembali datang adalah tanda bahwa penanganan belum tuntas dan pengawasan harus diperketat
III. DAMPAK BAGI MASYARAKAT
- Gangguan kesehatan: saluran pernapasan, mata, dan kulit menjadi lebih sensitif
- Gangguan aktivitas: perjalanan terhambat, anak sekolah terganggu, pelayanan umum terhambat
- Kerugian jangka panjang: kualitas udara menurun, ekosistem rusak, dan biaya pemulihan sangat besar
IV. TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN
- Masyarakat diimbau tetap waspada, gunakan pelindung pernapasan saat berada di luar ruangan
- Pemerintah daerah dan instansi terkait mempercepat penanganan titik api sebelum meluas kembali
- Penegakan hukum tegas terhadap pihak yang membakar lahan secara sengaja
- Kesadaran bersama: tidak membakar hutan dan lahan demi keuntungan sesaat, karena kerugian yang ditanggung jauh lebih besar dan dirasakan oleh seluruh rakyat .
Udara bersih adalah hak setiap warga negara. Kabut asap yang datang dan pergi mengingatkan kita bahwa menjaga hutan dan lingkungan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap orang. Kerusakan yang terjadi hari ini akan menjadi warisan yang berat bagi generasi mendatang jika tidak segera diatasi dengan sungguh-sungguh.
Semoga hujan turun lekas turun secara merata, api segera padam, dan langit Palangka Raya kembali cerah.

Komentar