sumber foto dari f/b
Dalam epos Homer, kita menemukan pelajaran yang sangat dalam tentang kepemimpinan dan kehormatan. Para raja dan pemimpin Yunani tidak dipuja semata-mata karena kekuatan fisik, kekuatan otot, atau ketajaman pedang mereka. Ada hal yang jauh lebih tinggi dan lebih abadi dari itu — kebijaksanaan dan kemampuan berbicara yang bijak.
Ambil contoh Nestor. Ia sudah terlalu tua untuk turun ke medan perang, tenaganya sudah berkurang, dan ia tidak lagi memegang pedang untuk bertempur di barisan depan. Namun, ia tetap dihormati sebagai salah satu tokoh paling utama dan paling didengarkan oleh seluruh pasukan. Bukan karena kekuatannya, melainkan karena kata-katanya yang penuh hikmat, nasihatnya yang teruji oleh waktu, dan pengalaman hidup yang menjadi cahaya bagi semua orang muda.
Inilah pesan yang sangat berharga bagi kita: kekuatan fisik akan memudar, pedang akan tumpul, dan masa muda akan berlalu. Tetapi kebijaksanaan, kata-kata yang benar, dan pertimbangan yang bijak — itu semua tidak pernah menua, tidak pernah hilang, dan tetap dibutuhkan selamanya. Seseorang bisa kehilangan kekuasaan, jabatan, dan kekuatan, tetapi jika ia memiliki hikmat yang sejati, ia akan tetap dihormati dan didengarkan oleh generasi demi generasi.
Janganlah kita mengejar kekuatan semata, tetapi utamakanlah hikmat. Kekuasaan yang dibangun di atas kekuatan bisa runtuh. Tetapi penghormatan yang lahir dari kebijaksanaan — itulah yang bertahan selamanya.

Komentar