KISAH DI BALIK LAGU "SEBAB IA HIDUP — ADA HARI ESOK" -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

KISAH DI BALIK LAGU "SEBAB IA HIDUP — ADA HARI ESOK"

Sabtu, 12 September 2026
sumber foto dari F/B

Lagu yang Menyentuh Jutaan Hati

 

"Because He Lives" — yang di Indonesia dikenal dengan judul "Sebab Ia Hidup, Ada Hari Esok" — adalah salah satu lagu pujian yang paling dikenal, paling dicintai, dan paling sering dinyanyikan di seluruh dunia. Karya pasangan suami-istri Bill dan Gloria Gaither, lagu ini lahir bukan dari kemewahan, melainkan dari keraguan yang diubah menjadi iman.

 

Saat Keraguan Menyapa

 

Saat menulis lagu ini, Bill dan Gloria sedang menghadapi masa-masa yang tidak mudah. Dunia terasa penuh ketidakpastian: perang, perpecahan, dan ketakutan menyelimuti banyak orang. Bahkan di hati mereka sendiri, sempat muncul pertanyaan: "Apakah ada harapan? Apakah masa depan benar-benar ada?"

 

Saat itu, Gloria sedang mengandung anak pertama mereka. Di tengah kekhawatiran, ia bertanya dengan jujur: "Bagaimana jika dunia hancur saat anak ini lahir?"

 

Bill menjawab dengan iman yang sederhana namun kokoh:

 

"Tetaplah percaya. Karena Ia hidup, ada harapan. Karena Kristus bangkit, masa depan ada di tangan-Nya."

 

Dari percakapan itu lahirlah syair yang kini dinyanyikan jutaan orang:

 

"Sebab Ia hidup, ada hari esok, aku dapat hidup di dalam-Nya hari ini..."

 

Makna yang Tak Pernah Pudar

 

Lagu ini bukan sekadar menyatakan bahwa Yesus hidup. Ia menyatakan bahwa karena Ia hidup, hidup kita pun memiliki makna dan arah:

 

- ✅ Tidak ada ketakutan yang abadi — karena Ia memegang hari esok

- ✅ Tidak ada kegelapan yang kekal — karena Terang telah datang

- ✅ Tidak ada kesusahan yang berakhir sia-sia — karena Ia hidup dan menyertai kita setiap langkah

- ✅ Bahkan ketika kita tidak tahu apa yang terjadi besok — kita tahu siapa yang memegang besok

 

Mengapa Lagu Ini Tetap Hidup?

 

Bukan karena iramanya yang indah — meskipun itu menenangkan. Lagu ini hidup karena kebenarannya tetap sama dari generasi ke generasi:

 

- Dulu dinyanyikan mereka yang berperang

- Dinyanyikan mereka yang sakit dan sembuh

- Dinyanyikan mereka yang kehilangan dan dihibur

- Dan kini dinyanyikan kita, yang juga membutuhkan jaminan pengharapan

 

Pengharapan kita tidak terletak pada keadaan yang berubah-ubah — melainkan pada Dia yang tidak berubah, yang hidup selama-lamanya.

 

Kesimpulan

 

Lagu ini mengingatkan kita setiap kali menyanyikannya:

 

Bukan karena keadaan baik kita percaya.

Bukan karena semua lancar kita bersukacita.

 

Kita percaya dan bersukacita karena Dia hidup.

Dan karena Dia hidup, ada harapan. Ada masa depan. Ada Dia yang menyertai kita, hari ini, esok, dan selamanya.

 

Sebab Ia hidup — itulah alasan kita tetap berdiri. ✨