![]() |
Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti Engkau memulihkan batang air yang kering di tanah yang gersang. Seperti tanah yang dahaga kembali hidup ketika air kembali mengalir, demikianlah pulihkanlah harapan, kekuatan, dan kehidupan kami yang sedang merana di tengah penderitaan ini.
Sesungguhnya inilah firman kebenaran-Mu, Tuhan: "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."
Kami percaya, ya Tuhan — bahwa air mata yang kami teteskan hari ini bukanlah tanda bahwa Engkau tidak hadir, melainkan benih yang sedang kami tanam di dalam kesabaran dan iman. Penderitaan ini bukanlah akhir dari cerita-Mu atas hidup kami. Engkau melihat setiap tetes air mata, Engkau mencatat setiap langkah yang berat, dan Engkau tidak pernah lupa akan janji-Mu.
Ketika kami berjalan dengan penuh kesedihan, seolah-olah jalan ini tidak akan berujung — kami tetap percaya kepada-Mu. Karena Engkau adalah Tuhan yang memulihkan, Tuhan yang mengubah ratapan menjadi tarian, dan Tuhan yang menjanjikan: apa yang ditanam dengan air mata, akan dipanen dengan sukacita yang melimpah.
Maka kami berjalan terus, sambil memegang janji-Mu. Kami berjalan dengan percaya, bukan karena keadaan sudah membaik, tetapi karena kami tahu Engkau tetap Tuhan yang setia. Dan pada waktu yang telah Engkau tentukan — kami akan pulang, membawa berkas-berkas berkat-Mu, bersorak-sorai, dan bersaksi bahwa Engkau, Tuhan, telah memulihkan kami dengan luar biasa.
Di dalam nama Tuhan, kami berdoa. Amin.

Komentar