![]() |
Apa yang Disampaikan
Brigjen Egianus Kogeya, Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, menyatakan enam anggotanya mengalami luka-luka akibat tembakan dan serangan bom. Ia meminta pihak keamanan menghentikan serangan menggunakan pesawat serta persenjataan berat, dan mengatakan pasukannya tetap bertahan menghadapi operasi yang berlangsung di wilayah Ndugama.
Suara yang Perlu Didengar
Permintaan untuk menghentikan serangan udara dan senjata berat adalah hal yang patut diperhatikan dengan serius. Penggunaan kekuatan besar di wilayah pemukiman berisiko menimbulkan kerugian yang jauh lebih luas daripada sasaran yang dituju. Tidak hanya pihak yang terlibat, warga sipil, anak-anak, dan lingkungan sekitar pun dapat menjadi korban yang tidak bersalah.
Keselamatan Warga Sipil adalah Prioritas
Di tengah ketegangan apa pun, warga biasa tidak boleh menjadi korban. Setiap pihak yang bertikai wajib menjaga agar tidak ada kerusakan yang berlebihan dan tidak perlu. Jika senjata berat digunakan, dampaknya sulit dikendalikan. Rumah, kebun, sekolah, dan tempat ibadah dapat rusak, sehingga kehidupan masyarakat terganggu untuk waktu yang sangat lama.
Jalan Penyelesaian yang Sebaiknya Diambil
Kekuatan senjata tidak akan menyelesaikan masalah secara mendasar. Semakin banyak kekerasan, semakin dalam luka yang tertinggal, dan semakin sulit tercipta kedamaian yang kekal. Perlu ada komunikasi yang terbuka, aman, dan saling menghormati. Pemerintah, tokoh masyarakat, gereja, dan pihak-pihak yang bersengketa perlu duduk bersama untuk mencari jalan yang mengutamakan keselamatan nyawa dan kesejahteraan seluruh rakyat.
Penutup
Tidak ada kemenangan yang layak dibanggakan jika diraih dengan mengorbankan nyawa sesama anak bangsa. Damai bukan berarti menyerah — berarti memilih menyelesaikan masalah dengan cara yang manusiawi. Semoga suara-suaranya yang meminta berhenti menembak didengar, dan langkah menuju percakapan terbuka segera terwujud demi kebaikan seluruh orang di tanah Papua.

Komentar