![]() |
I. SALOMO YANG MEMILIKI SEGALANYA
Salomo dikenal sebagai raja yang paling kaya, paling bijak, dan paling dihormati sepanjang sejarah bangsa Israel. Kekayaannya diperkirakan setara dengan 2,2 triliun dolar dalam nilai uang saat ini. Seluruh peralatan minumnya terbuat dari emas murni, bahkan perak sudah dianggap terlalu biasa dan tidak dipakai lagi.
Ia memiliki:
- Istana yang megah dan kemewahan yang tak tertandingi
- Kekayaan yang melimpah, melebihi raja-raja mana pun di bumi
- Kekuasaan yang luas, damai sejahtera di seluruh negeri
- Kebijaksanaan yang diakui oleh bangsa-bangsa di sekitarnya
Namun pada akhir hidupnya, Salomo menulis: "Segala sesuatu telah kulihat... semuanya sia-sia dan mengejar angin." Ia memiliki segalanya, tetapi hatinya tetap kosong.
II. MENGAPA YANG MEMILIKI SEGALA TETAP KOSONG?
1. Ketika Harta Menjadi Tujuan, Bukan Sarana
Salomo mengumpulkan emas, perak, harta, dan kemewahan tanpa batas. Ia berpikir bahwa kepemilikan akan memberi kepuasan. Namun harta hanya mengisi dompet, bukan mengisi hati. Semakin banyak yang dimiliki, semakin takut kehilangan, semakin ingin menambah, dan semakin merasa belum cukup.
Contoh: Banyak orang yang berjuang mengumpulkan kekayaan, lalu setelah tercapai, merasa hampa karena tidak ada orang yang benar-benar mengasihinya, atau tidak ada makna di balik apa yang diperjuangkan. Uang bisa membeli rumah, tetapi tidak bisa membeli kehangatan keluarga. Bisa membeli obat, tetapi tidak bisa membeli kesehatan yang sejati. Bisa membeli kedudukan, tetapi tidak bisa membeli hormat yang tulus.
2. Ketika Hati Berpaling dari Sumber Segala Sesuatu
Salomo mulai mendirikan berhala karena pengaruh istri-istrinya. Ia tidak lagi menaruh hatinya kepada Tuhan, melainkan kepada kemegahan, kekuasaan, dan keinginan daging. Ketika sumber kehidupan ditinggalkan, maka apa pun yang dimiliki tidak akan mampu memberi air yang sejati.
Contoh: Seseorang yang mulai sukses, lalu melupakan Tuhan yang memberinya kekuatan. Ia merasa semua ini hasil usahanya sendiri. Lama-kelamaan, ia menjadi sombong, takut kehilangan, dan tidak tenang karena tidak ada sandaran yang kekal. Keberhasilannya justru menjauhkannya dari kedamaian yang sejati.
3. Ketika Hidup Hanya untuk Diri Sendiri
Salomo membangun kemewahan untuk dirinya, menikmati segala yang ada, tetapi lupa bahwa manusia diciptakan untuk mengasihi dan melayani sesama. Hidup yang berpusat pada diri sendiri akan selalu sempit, seberapa luas pun istananya.
Contoh: Orang yang menumpuk harta tetapi tidak peduli pada orang di sekitarnya. Ia makan enak sendirian, tidur nyenyak tetapi hati gelisah. Saat sakit atau kesulitan datang, ia menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar peduli padanya, karena ia juga tidak pernah peduli pada orang lain.
III. APA YANG TIDAK BISA DIBELI OLEH HARTA SALOMO
Yang Dimiliki Salomo Yang Tetap Tidak Bisa Dibeli
Emas yang tak terhitung Ketenangan hati yang kekal
Kemewahan istana Kekudusan yang menyenangkan Tuhan
Kedudukan tertinggi Hidup yang kekal di surga
Kekuasaan atas negeri Kekuasaan atas kematian
Pujian bangsa-bangsa Pembenaran di hadapan Tuhan
IV. PELAJARAN ROHANI YANG PENTING
Pertama, Tuhan bukan lawan dari kemakmuran — Dia adalah sumber makna kemakmuran. Jika kekayaan diberikan Tuhan, gunakanlah untuk memuliakan Dia dan membangun sesama. Jika dijadikan tuan, ia akan menjauhkan kita dari Tuhan.
Kedua, Hati yang diciptakan untuk Tuhan tidak akan pernah puas dengan apa pun selain Tuhan. Seberapa pun banyaknya yang dimiliki, jika Tuhan tidak ada di dalamnya, maka akan selalu terasa kurang. Kekosongan itu adalah rindu kepada Pencipta, bukan rindu kepada harta.
Ketiga, Apa yang kamu pegang di tangan, atau siapa yang memegang hatimu — itulah tuanmu. Biarlah Tuhan yang memegang hatimu, bukan harta, bukan kedudukan, bukan pujian manusia.
Salomo akhirnya menyadari: "Kesimpulan dari segala yang didengar ialah: Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap manusia."
Kekayaan bisa hilang, kemewahan bisa rusak, kedudukan bisa turun. Tetapi hubunganmu dengan Tuhan tidak bisa dirampas siapa pun. Jangan biarkan apa yang Tuhan berikan menjadi hal yang menjauhkanmu dari Pemberinya.
Cari Tuhan pertama-tama, dan segala yang lain akan mendapat tempat yang benar. Hati yang dipenuhi Tuhan tidak akan merasa kosong, karena Dialah yang mengisi sampai melimpah.

Komentar