![]() |
Sumber foto dari F/B
FAKTA YANG MENJADI BAHASAN
Suahasil Nazara, yang baru saja dilantik sebagai Menteri Keuangan, mengucapkan janji jabatannya atas nama Tuhan dan Alkitab. Hal ini memunculkan pertanyaan penting di kalangan umat:
Apakah orang Kristen boleh bersumpah? Bagaimana dengan perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 5:34–37?
FIRMAN TUHAN YANG MENJADI PEDOMAN
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah bersumpah sama sekali... Tetapi perkataanmu itu: Ya, ya atau Tidak, tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari pada yang jahat."
— Matius 5:34, 37
MEMAHAMI MAKSUD YESUS — BUKAN MELARANG SEMUA JANJI
📖 Apa yang DILARANG Yesus?
- ❌ Bersumpah dengan menunjuk langit, bumi, Yerusalem, atau kepala sendiri sebagai jaminan — seolah-olah benda-benda itu lebih suci dari perkataan kita
- ❌ Menggunakan nama Tuhan atau hal-hal kudus untuk menutupi ketidakjujuran atau meyakinkan orang yang tidak percaya
- ❌ Membuat sumpah yang rumit, berbelit-belit, yang sebenarnya menutupi niat yang tidak lurus
📖 Apa yang DIKEHENDAKI Yesus?
- ✅ Hidup sedemikian rupa sehingga perkataanmu sudah cukup dipercaya tanpa perlu jaminan tambahan
- ✅ Jika berkata "ya" = sungguh-sungguh ya. Jika "tidak" = sungguh-sungguh tidak
- ✅ Kejujuran yang murni, lugas, dan konsisten — itulah yang memuliakan Tuhan
MEMBEDAKAN — SUMPAH JANJI DAN SUMPAH PEMALSUAN
✅ Janji Jabatan = Pengakuan Tanggung Jawab, Bukan Memaksa Tuhan
- Mengucapkan janji atas nama Tuhan berarti: "Tuhan menyaksikan, saya takut kepada-Nya, dan saya bertanggung jawab kepada-Nya atas apa yang saya ucapkan"
- Ini bukan memerintah Tuhan untuk menjadi penjamin — melainkan menyerahkan diri di bawah pengawasan-Nya
- Rasul Paulus sendiri menulis: "Saya memohon kepada Allah..." (2 Korintus 1:23) — memanggil Tuhan sebagai saksi, bukan memaksa-Nya
✅ Alkitab Juga Mencatat Sumpah yang Benar
- Allah sendiri bersumpah demi diri-Nya (Ibrani 6:13)
- Orang percaya di Alkitab mengucapkan sumpah setia — asal dengan jujur, takut akan Tuhan, dan tidak melanggar kebenaran
- Yang dilarang bukan mengakui Tuhan — melainkan bermain dengan nama-Nya untuk menutupi kebohongan
PANDANGAN YANG SEIMBANG
🟢 Yang Boleh Dibenarkan
- Mengucapkan janji atas nama Tuhan = pengakuan bahwa kekuasaan di atas manusia adalah Tuhan sendiri
- Sebagai pejabat negara, ini mengingatkan: ada yang lebih tinggi dari jabatan, lebih tinggi dari presiden — yaitu Tuhan
- Ini menjadi pengingat kepada diri sendiri dan sesama: setiap keputusan dipertanggungjawabkan kepada-Nya
🟡 Yang Tetap Harus Diwaspadai
- Sumpah yang indah tidak menjamin lurusnya langkah — buktinya adalah perbuatan sehari-hari
- Mengucapkan nama Tuhan tidak boleh menjadi kedok untuk menutupi kesalahan
- Jika perkataan tidak sesuai perbuatan, maka nama Tuhan justru dinodai
KESIMPULAN ROHANI
Yang Tuhan lihat bukan seberapa indah sumpahnya — melainkan seberapa lurus hatinya.
— Jika menyebut nama Tuhan, hidupnya harus mencerminkan Tuhan.
— Jika memegang Alkitab, langkahnya harus berjalan sesuai Alkitab.
— Jika berjanji di hadapan Tuhan, janjinya harus ditepati seperti kepada-Nya sendiri.
Ya, ya — harus sungguh-sungguh ya. Tidak, tidak — harus sungguh-sungguh tidak. Itulah sumpah yang paling benar. ✝️

Komentar
