Segala berkat dan pangkal keselamatan serta kehidupan datang semata-mata dari Tuhan. Dan dalam membangun masa depan yang baik, hal yang paling utama dan paling mendasar adalah menyertakan Tuhan dan menghadirkan hadirat-Nya di dalam setiap langkah kehidupan kita, maupun di dalam rumah tangga kita. Sebab apa yang dibangun tanpa Dia, tidak akan pernah berdiri kokoh.
Sebagaimana tertulis dengan jelas:
"Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah orang yang bersusah payah membangunnya. Jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal yang berjaga-jaga."
Inilah kebenaran yang kekal dan tidak berubah. Sebanyak apa pun tenaga yang kita kerahkan, sekuat apa pun rencana yang kita susun, sebijaksana apa pun strategi yang kita siapkan — jika Tuhan tidak memberkati, maka sia-sialah semuanya. Rumah bisa berdiri tegak, tetapi tanpa kehadiran Tuhan di dalamnya, itu hanya bangunan batu dan kayu, bukan rumah yang penuh berkat. Kota bisa dijaga ketat oleh pengawal, tetapi tanpa Tuhan yang menjaganya, ketenangan sejati tidak akan pernah ada.
Maka, di dalam setiap kehidupan yang kita jalani, di dalam setiap langkah yang kita ambil, dan di dalam setiap pekerjaan yang kita kerjakan — marilah kita menyertakan Tuhan di awal, di tengah, dan di akhir. Bekerjalah sebaik-baiknya, berjuanglah sekuat tenaga, tetapi letakkanlah Dia sebagai fondasi, sebagai penuntun, dan sebagai pemberi keberhasilan. Sebab jika Tuhan yang membangun bersama kita, apa pun yang kita bangun akan menjadi berkat, dan apa pun yang kita kerjakan akan berbuah kekekalan.
Tuhanlah pangkal kehidupan, Tuhanlah sumber berkat, dan Tuhanlah yang menegakkan apa yang telah kita tanam. Bersama-Nya, tidak ada usaha yang sia-sia. Amin.

Komentar