ANAK BIJAKSANA MENDENGAR — PENCEMOOH MENOLAK -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

ANAK BIJAKSANA MENDENGAR — PENCEMOOH MENOLAK

Jumat, 02 Oktober 2026

Amsal 13:1

 

"Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan."

 

I. MAKNA FIRMAN

 

🔹 Anak yang Bijak = Hati yang Terbuka

Bukan berarti anak yang pintar di sekolah saja. Anak yang bijak adalah dia yang menyadari:

 

- Orang tua hidup lebih lama, melihat lebih banyak, dan menginginkan yang terbaik bagi anaknya

- Didikan bukan penghalang kebebasan, melainkan penjaga keselamatan

- Mendengarkan nasihat bukan tanda lemah — tanda keinginan untuk tumbuh dan tidak mengulangi kesalahan

 

🔹 Pencemooh = Hati yang Menutup Diri

Pencemooh bukan hanya orang yang mengejek. Ia adalah orang yang:

 

- Merasa sudah tahu segalanya

- Menganggap nasihat sebagai gangguan

- Menganggap teguran sebagai penghinaan

- Berpikir: "Aku sendiri yang tahu jalan terbaikku"

 

II. MENGAPA HARDIKAN DITOLAK?

 

- Karena sombong → tidak mau diatur

- Karena tidak percaya → mengira nasihat itu mengekang

- Karena takut dikendalikan → padahal tujuannya melindungi

- Karena terbiasa dipuji → lupa menerima kebenaran yang pahit

 

Sementara itu, anak bijak berpikir: "Kalau ayah/ibuku mengingatkan, pasti ada yang tidak kulihat dari sudut pandangku."

 

III. CONTOH-CONTOH DI KEHIDUPAN

 

✅ Contoh 1 — Nasihat tentang Pergaulan

 

- Anak bijak: Ayah mengingatkan, "Hati-hati berteman dengan mereka yang suka berbohong dan membolos." Ia mendengarkan, tidak langsung menolak, berpikir dulu, lalu memilih teman yang membangun kebaikan. Ia tidak kehilangan teman — ia mendapatkan teman yang baik.

- Pencemooh: "Ayah tidak tahu apa-apa, mereka keren!" Ia menertawakan nasihat itu, tetap ikut, lalu terjerat masalah yang bisa dihindari. Baru menyadari sesal terlambat.

 

✅ Contoh 2 — Mengelola Waktu dan Tanggung Jawab

 

- Anak bijak: Ibu mengingatkan, "Selesaikan tugas dulu sebelum bermain." Ia menurut, belajar, lalu bermain dengan tenang — tidak ada beban di hati.

- Pencemooh: "Nanti juga selesai!" Ia menunda, mengabaikan teguran, lalu terburu-buru, hasilnya buruk, dan menyalahkan orang lain karena tidak dibantu.

 

✅ Contoh 3 — Hati yang Menerima Kebenaran

 

- Anak bijak: Ketika ditegur, ia tidak membalas. Ia diam, merenung, lalu memperbaiki diri. Ia tahu orang yang menegurnya mengasihinya.

- Pencemooh: Sekali ditegur, langsung marah, membantah, mencari alasan, atau pergi menjauh. Ia kehilangan nasihat yang berharga — dan lama-kelamaan tidak ada lagi yang berani menegurnya.

 

IV. FIRMAN PENEGUH

 

"Siapa membenci teguran membenci dirinya sendiri, tetapi siapa memperhatikan didikan berakal budi." — Amsal 15:32

 

Tuhan menempatkan orang tua, guru, dan orang-orang yang peduli di sekitarmu bukan untuk mengekang — melainkan untuk menjagamu agar tidak jatuh ke lubang yang sudah mereka lihat sebelumnya.


V. PENUTUP

 

- Mendengarkan didikan = membuktikan kita mencintai diri sendiri

- Menerima teguran = membuktikan kita ingin tumbuh

- Menolak nasihat = menutup pintu keselamatan

 

Jadilah anak yang mendengarkan. Karena di kemudian hari, engkau akan bersyukur pernah dinasihati, dan bersyukur pernah ditegur.