DOKTER YANG MEMILIH HUTAN — KETIKA PENGABDIAN MENJADI KETAKUTAN BAGI KEKUASAAN -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

DOKTER YANG MEMILIH HUTAN — KETIKA PENGABDIAN MENJADI KETAKUTAN BAGI KEKUASAAN

Sabtu, 03 Oktober 2026


Suara Kritis — 3 Oktober 2026

 

Tidak ada yang lebih menakutkan bagi penguasa daripada seseorang yang tidak bisa dibeli. Seseorang yang melepaskan jabatan, rumah, kenyamanan, dan masa depan yang terjamin — lalu pergi berjuang demi orang yang bahkan belum dikenalnya.

 

Itulah sosok Ernesto "Che" Guevara.

 

I. PILIHAN YANG TIDAK MASUK AKAL BAGI DUNIA

 

Ia adalah seorang dokter. Bisa hidup tenang, dihormati, terjamin seumur hidup. Namun ia meninggalkan semuanya.

 

Bukan karena miskin. Bukan karena diusir. Bukan karena tidak punya pilihan.

Ia pergi karena melihat ketidakadilan yang tidak bisa diam saja.

 

Ia turun ke hutan, ke pegunungan, ke tempat yang keras dan berbahaya — bukan untuk dirinya. Ia berjuang bagi mereka yang tertindas, di mana pun mereka berada, tanpa memandang asal, suku, atau bangsa.

 

Dan inilah yang membuat para penguasa sepanjang zaman gemetar:

 

Orang yang tidak mencari apa-apa untuk dirinya sendiri — tidak bisa dikendalikan dengan apa pun.

 

II. MENGAPA INI MASIH PENTING BAGI KITA HARI INI?

 

A. Pendidikan Bukan Harta Pribadi — Itu Amanah

 

Banyak orang berpendidikan hari ini berpikir: "Saya belajar agar saya hidup enak."

Che mengingatkan:

 

- Gelar bukan tiket kenyamanan — itu tanggung jawab lebih besar

- Ilmu bukan milik pribadi — itu alat untuk mengangkat yang tertinggal

- Semakin tinggi kedudukan, semakin tidak boleh lupa dari mana dan untuk siapa naik

 

Jika orang terpelajar justru menjauhi rakyat — maka pendidikan itu gagal.

 

B. Pengabdian Sejati Tidak Memilih Penerima

 

Mudah berkorban untuk keluarga. Mudah berjuang untuk kelompok sendiri. Tetapi:

 

Membela orang yang tidak dikenal, tidak berhubungan, tidak bisa membalas — itulah kemurnian pengabdian yang sesungguhnya.

 

Itulah yang paling ditakuti sistem yang korup: ketika seseorang tidak lagi bertanya "apa untungnya bagi saya?" — melainkan "apa yang benar untuk semua?"

 

C. Kenyamanan Bukan Tujuan Hidup Bangsa

 

Kita hidup di zaman yang mengajarkan: keberhasilan = makin kaya, makin nyaman, makin dikenal.

Che membuktikan sebaliknya:

 

- Kekayaan yang tidak dibagi akan membusuk

- Kedudukan yang tidak melayani akan runtuh

- Kenyamanan yang dijaga sendirian akhirnya terasa sepi

 

 

 

III. PERTANYAAN KERAS UNTUK KITA SEMUA

 

🔹 Berapa banyak orang berpendidikan di negeri ini yang justru makin menjauhi rakyat kecil?

🔹 Siapa di antara kita yang rela melepaskan kenyamanan demi mereka yang tidak bisa membalas?

🔹 Mengapa mereka yang berani bicara kebenaran justru diasingkan, dibungkam, atau dicap buruk?

🔹 Apakah kita mengajarkan anak-anak untuk mengejar kenyamanan — atau untuk berani berbuat benar?

 

IV. PENUTUP

 

Kita tidak harus pergi ke hutan untuk berjuang.

Tetapi kita harus jujur pada diri sendiri:

 

- Apakah kita menggunakan apa yang kita miliki hanya untuk diri sendiri?

- Apakah kita diam melihat ketidakadilan karena takut kehilangan kenyamanan?

- Apakah kita membiarkan orang lain menderita seolah itu bukan urusan kita?

 

Yang paling ditakuti kekuasaan bukanlah mereka yang berteriak — melainkan mereka yang rela berkorban tanpa menghitung balasan.

 

Itulah pelajaran yang tidak akan pernah usang.