![]() |
"Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat, dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; ia akan menjadikan engkau terhormat."
— Amsal 4:7
I. MAKNA FIRMAN
🔹 "Permulaan hikmat" — langkah pertama, fondasi utama, sebelum harta, sebelum kedudukan, sebelum kemegahan: cari hikmat.
🔹 "Dengan segala yang kauperoleh" — tidak pelit, tidak setengah hati; berikan waktu, tenaga, pikiran, doa, apa saja, demi mendapat pengertian sejati.
🔹 "Junjunglah dia" — hormati, ikuti, jadikan penunjuk jalan; bukan sekadar tahu, tetapi hidup menurutnya.
🔹 "Maka engkau akan ditinggikannya" — bukan diangkat orang, bukan naik karena pujian; hikmat sendiri yang akan menempatkanmu di tempat yang pantas, memberi kehormatan yang tidak bisa dirampas siapa pun.
II. PANTUN-PANTUN ROHANI TENTANG HIKMAT
Pergi ke sungai mencari air,
Air jernih di pinggir tebing;
Cari hikmat sejak masih muda,
Itu harta yang takkan habis keping.
Jalan lurus dipenuhi bunga,
Jalan bengkok tertutup duri;
Hikmat Tuhan penunjuk ke mana,
Langkahmu teguh hatimu damai.
Beli permata di pasar lama,
Bukan harganya yang mahal sekali;
Hikmat itu di dalam firman-Nya,
Dicari sungguh, didapatkan hati.
Pohon tinggi tumbuh dari benih,
Benih ditanam dengan rajin;
Pengertian itu bukan datang sendiri,
Dicari, dipelihara, dijunjung sampai akhir.
Naik perahu ke pulau seberang,
Ombak bergulung janganlah takut;
Siapa memegang hikmat Tuhan,
Ditinggikan tanpa harus berebut.
Emas berkilau di bawah cahaya,
Tetapi pudar ditelan masa;
Hikmat Tuhan takkan pernah pudar,
Menerangi jalan hingga ke masa depan.
Bunga mekar di taman rapi,
Indah dilihat lalu layu juga;
Hikmat yang dari Tuhan abadi,
Menjunjung-Nya itulah yang utama.

Komentar