DR DRA HJ YASNIDA SYAMSUDDIN MM BERYUKUR DAN BERTERIMAKAH KEPADA UNIVERSITAS BOROBUDUR ATAS GELAR DOKTOR -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

DR DRA HJ YASNIDA SYAMSUDDIN MM BERYUKUR DAN BERTERIMAKAH KEPADA UNIVERSITAS BOROBUDUR ATAS GELAR DOKTOR

Rabu, 18 Oktober 2023

 MERDEKAANEWS Dr Dra Hj Yasnida Syamsuddin MM : Bersyukur dan Berterimakasih kepada Universitas Borobudur Atas Gelar Doktornya 

Jakarta – Sukses digelar Pengangkatan Gelar Doktor di Universitas Borobudur hari Senin, 9 Oktober 2023.

Ditemui awak media salah satu Bu Doktor Dr. Dra. Hj. Yasnida Syamsuddin, MM. Bersyukur yang baru saja menyelesaikan sidang disertasi S3 serta merupakan eks anggota Dewan mengatakan.

Saya Dr. Dra. Hj. Yasnida Syamsuddin MM., sebagai Dosen dari Univ. Sumatera Barat ditugaskan untuk mengambil program S3 Ilmu Doktor Ekonomi di Univ. Borobudur dan Alhamdulillah hari ini saya sudah selesai ujian Sidang Terbuka dibawah tim penguji yaitu,

Prof. Dr. Ir. H. Rudi Bratamanggala, MM, Prof. Dr. Faisal Santiago, Prof. Dr. Sidik Priadana, Prof. Akhmad Rodoni, Bu Doktor Pudji Astuti, Bu Doktor Yolanda dan Alhamdulillah, Saya sangat senang sekali dapat bimbingan, arahan selama kuliah di Borobudur walaupun kami adalah ras jauh, ras dari Pariaman, Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan Disertasi dibawah Promotor Prof Doktor Sidik Priadana dan Doktor Yolanda sehingga Saya dapat menyelesaikan Disertasi dengan bimbingan dan arahan Beliau,” kata Dr. Dra. Hj. Yasnida Syamsuddin, MM.

Terkait harapannya, Dr. Dra. Hj. Yasnida Syamsuddin, MM. mengatakan.

“Harapannya, Ilmu yang saya dapatkan disini (di Univ. Borobudur) bisa disumbangkan bersama saya pernah di Legislatif ya sesuai dengan Disertasi saya, ini adalah hal penting,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Dra. Hj. Yasnida Syamsuddin, MM. mengemukakan perihal Disertasi S3nya,

“Tadi Dana perimbangan di disertasi saya adalah dua hal yang berbeda, Kalau PAD itu Pajak Distribusi Daerah yang pada gilirannya kalau salah penempatan pajak restitusi itu pasti akan memberatkan masyarakat apalagi di Sumbar itu UMKMnya melebihi bukit growth Kami tidak punya industri atau pedagang besar Jadi kalau tiap kali pajaknya dipungut pasti ada feelingnya kemahalan dan kemahalan itu pastinya tidak terjangkau masyarakat dan ketika masyarakat dihadapkan dengan harga mahal akan menimbulkan kemiskinan, akan menimbulkan pengangguran dan di AD AU yang saya maksud adalah Kita kan punya klasemen Padang mustinya dengan otonomi daerah tidak lagi terdesentralisasi, mustinya dengan otonomi daerah itu maka seharusnya daerah itu dibantu, dibina dan tidak malah diambil alih lagi asetnya dan ini sangat berdampak,” tuturnya.

Dr. Dra. Hj. Yasnida Syamsuddin, MM. juga menjelaskan.

“Sangat berdampak karena satu-satunya Industri di Padang itu hanya Semen Padang, diluar dulu ada Kayu, Singkong kan produk hutan terbatas, kalau semen lihatlah didalam itu, tidak pernah habis bahan semennya tetapi masyarakat sekitar tidak sejahtera karena ketimpangan sosial.

Jadi artinya kami menghimbau kepada Pemerintah, kami tidak merengek, pencetus NKRI itu adalah orang Padang, Muh. Natsir tidak mungkin kami lupa itu, artinya khusus sejalan dengan kondisi daerah, kalau daerah Sumatera Barat, kita interferensi dulu bagaimana masalahnya khususnya bukan l


antas kasih uang, kasih ini, kasih itu, orang Minang pantang itu apalagi untuk keluar tidak mungkin karena mosi integral magnarsi itu Sumatera barat dan berterimakasih kepada Borobudur telah mengangkat saya menjadi Doktor, mungkin ilmu ini bisa saya pakai, dan ilmu ini adalah hantaran dari Saya sebagai Anggota Dewan dulu di Kota Padang untuk Antaran ke Anggota Dewan Provinsi di Jawa Barat, Mohon doanya ya, Amin,” pungkas Dr. Dra. Hj. Yasnida Syamsuddin, MM.