Prof. Dr. Sumaryoto mengatakan, "Ini kan masalahnya cukup rumit. karena kalau sudah bisa yang dipengaruhi oleh dolar Amerika -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Prof. Dr. Sumaryoto mengatakan, "Ini kan masalahnya cukup rumit. karena kalau sudah bisa yang dipengaruhi oleh dolar Amerika

Jumat, 10 November 2023

 MERDEKAANEWS Prof. Dr. Sumaryoto mengatakan, 

"Ini kan masalahnya cukup rumit. karena kalau sudah 

bisa yang dipengaruhi oleh dolar Amerika 


jadi kalau dilihat dari sisi cadangan devisa 

kurs terhadap mata uang asing atau valas sejarah logika 

yang jelas kalau impor kita 

tidak direm maka itu akan mempengaruhi 

record cadangan devisa 

yang akan berpengaruh terhadap ending out perekonomian Indonesia 

karena patokan ukurannya adalah berapa seberapa besar seberapa besar cadangan devisa? kita Indonesia kita Indonesia 

karena itu adalah indikator Kemampuan suatu negara untuk mengimpor yang jadi persoalan persoalan kata Rektor Unindra Prof Doktor Sumaryoto 

kita selanjutnya 

 juga melihat 

Sisi Ekspor kita 

sebenarnya Kalau ekspor tidak kuat 

ini maka bisa secara perlahan tapi pasti akan penyu 

sambungnya 

lebih lanjut Rektor Unindra ini menjelaskan 

disitulah sebenarnya karena dengan ekspor yang kuat maka secara otomatis cadangan devisa Indonesia bertambah 

jadi 

letaknya sebenarnya di bidang ekspor impor baik 

barang maupun jasa 

soalnya itulah bebannya ekspor-impor 

dan persoalannya 

adalah adalah banyak bergantung pada impor 

apalagi saat ini panjang musim kemarau 

sehingga akan impor beras belum lagi impor bahan baku hingga barang jadi 

dan menjadi program sing masing masing-masing perusahaan yang membutuhkan dolar atau valuta asing 

dan ini yang akan menjadi persoalan sendiri 

jelas Profesor Doktor Sumaryoto 

Profesor Doktor Sumaryoto mengungkapkan bahwa Ada cara lain 

Memang Ada cara lain 

misalnya dan ini merupakan kebijakan dari Bank Indonesia 

dan bagaimana BI mengendalikan kurs rupiah ini ? yaitu dengan 

membuat kebijakan melonggarkan suku bunga 

sebenarnya begini ya untuk 

menarik atau mengurangi uang beredar 

ya dengan menaikkan suku bunga 

tetapi nanti akan terjadi suatu kontraksi 

dengan investasi karena kalau suku bunga naik maka otomatis inventa investasi menurun investasi menurun Sehingga menjadi persoalan 

ungkapnya Rektor Unindra ini juga menambahkan penjelasannya 

gejala yang umum 

pada akhir tahun ini Dimana banyak perusahaan yang memerlukan valuta asing? 

untuk menutup atau mengatur bank 

cicilan Bank dan itu yang menjadi masalah berat sehingga berakibat pada kenaikan kurs dolar terhadap mata uang Rupiah 

karena banyak perusahaan butuh dolar 

maka kurs dollar ini akan naik di akhir tahun ya itulah gejala umum menjelang akhir tahun 

dan menjelang musim kemarau panjang ini 

banyak yang memborong valuta asing 

karena butuh valuta asing untuk membayar bank dan di pasar uang akan terjadi interaksi sehingga kurs valas akan naik 

sehingga memang memang banyak dirugikan kalau kenaikan kurs Rupiah terhadap dolar itu 

tambah Profesor Doktor Sumaryoto Beliau juga menegaskan dengan utang membengkak bisa jadi 

untuk masuk valuta asing 

misalnya untuk investasi kemudian juga pinjaman baru itu 

baru akan mengerem karena banyak dolar yang dibutuhkan 

sebab patokannya Indonesiakan pada dolar atau valuta asing dan otomatis akan mengerem valuta asing yang ada yang dimiliki untuk Indonesia ini 

tegas Profesor Doktor Sumaryoto 

Rektor Unindra ini juga mencontohkan misalnya 

dalam ekspor 

ditentukan rupiah bukan dalam dolar misalnya 

harga kurs 1 dolar khusus dari Rp15.000 

naik menjadi Rp16.000 

jadi jumlah yang diperoleh dalam rupiah akan naik kalau 

ekspor nya tetap ya dipatok sekarang 1 dolar Rp15.000 tadinya sekarang menjadi 1 dolar Rp16.000 berarti jadi ada kenaikan 

karena kurs bukan kenaikan karena volumenya 1000 

tetapi yang sehat adalah sebenarnya kenaikan karena volume bukan karena kurs 

karena kalau lembaran yang sama tetapi ini akan berbalik Iya akan naik 

tetapi tetapi impor juga akan berarti sama saja 

Itulah permasalahannya tegasnya.

jadi kalau kenaikan ekspor karena kurus itu tidak sehat 

itu semua cara semu karena aku kalau diimpor itu akan menambah 

naik turun kurs 

kan sekarang kan kurs pasar jadi bebas 

maka 

terang Profesor Doktor Sumaryoto 

Nah kalau cadangan devisa Kita Kuat lebih baik kurs tetap dan ini 

tidak terombang-ambing kan dengan menggunakan kurs tetap tetapi ada plus minusnya tergantung pada kondisi ekonomi Indonesia 

Jadi kalau cadangan devisa Kita kuat, maka pengusaha itu datang 

jadi ada plus minus tergantung pada kondisi perekonomian Amerika 

profesor Dr Sunarto menjelaskan jika penerapan kurs bebas 

lalu kalau dipotong atau ditetapkan kurs bebas sekian lalu kalau dipotong atau ditetapkan kurs bebas sekian tetapi di luar kita bergejolak 

ya karena pasar bebas aja kalau pemerintah enggak fokus ya. Sebenarnya kalau mau ekonomi yang sehat maka kurs valuta asing yang tidak terarah bukan yang multilateral. 

bilateral Indonesia dengan Arab Saudi sendiri lalu kost bilateral Indonesia dengan Malaysia sendiri 

atau Indonesia dengan Jepang sendiri dan lain negaranya 

dengan menerapkan kurs bilateral pungkas Rektor Unindra, Profesor Doktor Sumaryoto0

Rupiah terhadap dolar itu 

tambah Profesor Doktor Sumaryoto Beliau juga menegaskan