Salah satu kepastian yang akan dialami oleh manusia adalah kematian. -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Salah satu kepastian yang akan dialami oleh manusia adalah kematian.

Kamis, 15 Februari 2024

 MERDEKAANEWS Salah satu kepastian yang akan dialami oleh manusia adalah kematian.


Setelah menjadi orang percaya kita tak lagi takut diperhadapkan dengan kematian, karena kematian Kristus telah menyelamatkan kita dari kematian kekal menuju hidup kekal. Namun bila harus jujur, seringkali ketakutan terhadap cara kematian itu sendiri mendatangkan kekhawatiran tersendiri bagi kita. Satu fakta yang tidak bisa kita tepis adalah kita bisa saja melalui penderitaan, sakit penyakit, bencana, atau hal-hal mengerikan lainnya yang menjadi jalan untuk membawa kita menghadap kematian itu.

Melihat pada kehidupan Yohanes pembaptis, kita juga mendapati akhir yang tragis. Berakhir di penjara, lalu dipenggal untuk memenuhi keinginan hati istri Herodes. Hidup yang singkat diikuti kematian tragis. Tetapi kehidupan Yohanes telah menggenapi janji Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus, sebagaimana telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya (Yesaya 40:3). Ini menjadi perenungan bagi kita, bahwa tak peduli bagaimana cara kita mati, yang terpenting adalah hidup kita menggenapi rencana Tuhan. Hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk menghadapi kenyataan ini adalah dengan memiliki kesiapan hati terhadap kejadian apa pun yang bisa saja menimpa kita. Ketika Paulus mengatakan, "Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan", memberi penekanan mengenai kedaulatan Tuhan. Apa pun yang akan menjadi penyebab kematian kita kelak, bukankah Tuhan berhak melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya? Bukankah Ia pun mati dengan jalan salib yang mengerikan? Yang lebih penting lagi, kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Ia telah mengalahkan kematian. Tuhan tahu yang terbaik bagi kita, serta hal-hal yang akan membawa kemuliaan bagi-Nya melalui kehidupan kita. Sebagai milik kepunyaan Kristus yang sudah ditebus oleh darah-Nya, adakah alasan untuk merasa berhak atas kehidupan dan hal-hal yang akan menimpa kita? Setiap kita bisa saja merasa ngeri ketika memikirkan kematian, tetapi nyatanya kita akan sanggup menghadapi hal-hal yang paling menakutkan sekalipun dengan kekuatan dan kedamaian yang dianugerahkan Kristus bagi kita. Yang perlu kita miliki adalah keberserahan penuh akan kedaulatan Tuhan sebagai milik kepunyaan-Nya. Sikap ini akan memperlihatkan kepada dunia sebuah cara hidup yang kontras antara orang percaya dan orang yang tidak percaya. [RS]