Aksi AMPB: Komitmen RUU Perampasan Aset, tapi Relawan Ojol Merasa Ditinggalkan -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Aksi AMPB: Komitmen RUU Perampasan Aset, tapi Relawan Ojol Merasa Ditinggalkan

Jumat, 28 Agustus 2026

 


MERDEKAANEWS.COM Jakarta, 28 Agustus 2026 —
Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang dipimpin Supriyono alias Botok menggelar aksi di depan Gedung DPR RI untuk menyuarakan tuntutan terkait RUU Perampasan Aset. Usai diterima pimpinan DPR, mereka memperoleh komitmen bahwa RUU tersebut ditargetkan selesai paling lambat 15 Desember 2026. Namun setelah hasil audiensi disampaikan, massa langsung membubarkan diri dan kembali ke Pati — keputusan yang membuat sejumlah relawan ojek online (ojol) Jakarta yang membantu mereka merasa kecewa dan merasa ditinggalkan tanpa pamit.

 

📋 URUTAN PERISTIWA

 

✅ Aksi di DPR — Tujuan Mulia: RUU Perampasan Aset — AMPB datang dari Pati ke Jakarta dengan satu tujuan mulia: menuntut percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, agar kekayaan yang dirampas dari rakyat bisa kembali ke rakyat. Mereka berjuang demi keadilan — hal yang patut didukung dan dihargai. ⚖️🇮🇩

✅ Hasil Audiensi Diraih — Komitmen 15 Desember 2026 — Pimpinan DPR menerima perwakilan AMPB dan memberikan komitmen jelas: RUU Perampasan Aset harus selesai paling lambat 15 Desember 2026. Ini kemenangan nyata — suara rakyat didengar, tenggat waktu ditetapkan, dan harapan terbuka. 📜✅🏛️

✅ Massa Langsung Pulang — Tanpa Berpamitan dengan Relawan Jakarta — Begitu hasil disampaikan, AMPB langsung membubarkan diri dan naik bus kembali ke Pati. Tidak berpamitan, tidak berterima kasih, tidak mengapresiasi — padahal selama mereka di Jakarta, para relawan ojol Jakarta telah membantu, mendukung, dan menemani mereka.

✅ Relawan Ojol Merasa Ditinggalkan — "Kami Merasa Diberakin" — Melva Pardede, salah satu perwakilan ojol, menyampaikan kekecewaannya dengan jujur: "Kami warga Jakarta merasa diberakin oleh kalian, kalian main pulang saja setelah dari dalam." Mereka merasa dianggap sekadar alat bantu — dibutuhkan saat susah, dilupakan saat sudah mendapat apa yang diinginkan. 


✅ Berjuang untuk rakyat = harus menghargai rakyat juga — termasuk mereka yang membantu — Kalau perjuangannya atas nama keadilan dan persatuan, maka sikap kita terhadap sesama pendukung juga harus mencerminkan hal itu. Menuntut dihargai oleh pemimpin, tapi melupakan mereka yang membantu dari bawah — itu tidak konsisten. Persatuan tidak boleh berhenti di pintu gedung negara — ia harus hidup di antara kita sendiri. 🇮🇩

✅ Keberhasilan bukan milik satu kelompok — itu hasil gotong royong banyak pihak — AMPB datang dari Pati, tapi ada warga Jakarta yang turut membantu, menyambut, dan mendukung di tanah orang. Ketika berhasil, yang pertama dilakukan seharusnya berterima kasih — bukan langsung pergi. Menghargai bantuan orang lain adalah tanda kedewasaan perjuangan. Gotong royong bukan hanya saat butuh — tapi juga saat sudah berhasil. 🏗️🤲🙏

✅ Jangan jadikan orang lain sekadar alat — manusia punya hati, bukan sekadar tenaga — Para ojol tidak diminta bayaran, mereka datang karena peduli, karena sejiwa dengan perjuangan itu. Mereka memberi tenaga dan waktu secara sukarela. Ketika hasil sudah didapat dan langsung pergi tanpa pamit — itu menyakiti hati orang yang sebenarnya seperjuangan. Manusia bukan alat — mereka punya perasaan, punya harga diri, dan berhak dihargai. 🧩

✅ Kemenangan yang meninggalkan teman seperjuangan = kemenangan yang belum utuh — Mendapatkan komitmen dari DPR itu kemenangan besar — tapi meninggalkan mereka yang membantu tanpa ucapan terima kasih, membuat kemenangan itu terasa kurang utuh. Perjuangan yang sejati tidak hanya menuntut keadilan dari atas — tapi juga menjaga keadilan di antara sesama pejuang. Kebenaran harus dimulai dari rumah sendiri, dari kelompok sendiri, dari cara kita memperlakukan satu sama lain. ⚖️🏠

 

PENUTUP — PERJUANGAN SEJATI MENJAGA PERSATUAN

 

AMPB berhasil membawa pulang komitmen berharga: RUU Perampasan Aset selesai 15 Desember 2026. Itu langkah besar untuk keadilan. Tapi perjuangan keadilan juga harus terlihat di cara kita memperlakukan sesama yang membantu. Para relawan ojol Jakarta merasa ditinggalkan, merasa tidak dihargai, merasa sekadar dipakai lalu dilupakan. Ini pengingat: perjuangan sejati tidak hanya menuntut keadilan dari penguasa — tapi juga menjaga keadilan di antara sesama rakyat. Menghargai bantuan orang lain, berterima kasih, dan tidak meninggalkan teman seperjuangan — itu juga bagian dari kebenaran yang diperjuangkan. Kemenangan yang meninggalkan orang yang membantu = kemenangan yang belum utuh. Mari kita berjuang untuk RUU Perampasan Aset — dan berjuang juga untuk persatuan, saling menghargai, dan tidak melupakan mereka yang pernah membantu kita. ⚖️🇮🇩