Bangun Sejajar, Bukan Menindas — Kekuatan Bukan di Peluru, Tapi di Keadilan -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Bangun Sejajar, Bukan Menindas — Kekuatan Bukan di Peluru, Tapi di Keadilan

Senin, 17 Agustus 2026

Bangkitkanlah bangsa dan negeri ini untuk berdiri sejajar bersama daerah-daerah di seluruh penjuru tanah air. Apabila hak rakyat untuk membangun kemerdekaan dan mengelola tanah kelahirannya sendiri diakui dan dihormati, maka seluruh lembaga pemerintahan dapat bergandengan tangan membangun kemajuan yang sejajar — seperti bangsa-bangsa maju di dunia.

 

Tidak perlu kita takut kepada perbedaan. Dan janganlah kita berpikir menjadi hebat dengan jalan kekerasan. Negeri ini tidak akan pernah bangga, tidak akan pernah mulia, dan tidak akan pernah dihormati dunia melalui peluru, melalui ancaman, atau melalui penindasan terhadap rakyatnya sendiri.

 

Almarhum Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pernah menegaskan dengan tegas:

 

"Kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah. Kekuatan sejati sebuah bangsa bukan terletak pada banyaknya senjata, melainkan pada seberapa adil ia memperlakukan rakyatnya. Jangan pernah berpikir kita bisa menaklukkan hati rakyat dengan ketakutan — hati rakyat hanya bisa dijangkau dengan keadilan."

 

Beliau juga berkata:

 

"Di atas segala kebijakan negara, di atas kekuasaan, ada kemanusiaan. Jika rakyat bersuara, itu bukan pemberontakan — itu peringatan bahwa ada keadilan yang belum sampai."

 

Lihatlah Botswana di Afrika — sebuah bangsa yang membangun negaranya bukan dengan senjata, melainkan dengan dialog. Sejak merdeka tahun 1966, mereka menjadikan musyawarah dan bicara sebagai jalan utama menyelesaikan perselisihan. Pepatah mereka berkata: "perselisihan terbesar diselesaikan dengan mulut", bukan dengan kekuatan. Ketika sumber daya berlian dikelola, keuntungan dibagi merata, rakyat diberi bagian, dan daerah-daerah dihormati. Tidak ada perang saudara, tidak ada kudeta, tidak ada penindasan — dan dari salah satu negara termiskin, Botswana tumbuh menjadi salah satu yang paling makmur, paling damai, dan paling dihormati di benua Afrika.

 

Kekuatan mereka bukan di peluru — kekuatan mereka ada di kepercayaan kepada rakyat, keadilan pembagian hasil, dan penghormatan kepada daerah-daerah.

 

Kita berbicara di bawah pengawasan Tuhan Yang Maha Esa. Dan di hadapan-Nya ukuran kebesaran bangsa bukanlah banyaknya senjata, melainkan keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap hak rakyat.

 

Hak rakyat untuk memilih jalannya sendiri, hak rakyat membangun peradaban di tanahnya sendiri — itulah jalan kelima sila Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jangan ditakuti, jangan dilarang, jangan diredam. Berikanlah kesempatan yang sama, berikanlah kepercayaan yang setara, dan dari sanalah lahir kekuatan yang kokoh — kekuatan yang lahir dari kemerdekaan rakyat, bukan dari ketakutan.

 

Bangsa yang beradab adalah bangsa yang tidak memaksa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang membangun bersama, bukan menekan dari atas. Maka berdirilah sejajar. Hormati hak rakyat. Bangunlah dengan keadilan. Dan biarkanlah Tuhan Yang Maha Esa memberkati negeri ini melalui kemaslahatan anak-anak bangsa-Nya.

 

Bekasi, 17 Agustus 2026