Bendera Dayak Merah-Kuning Berkibar di Nunukan, Protes di Hari Kemerdekaan -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Bendera Dayak Merah-Kuning Berkibar di Nunukan, Protes di Hari Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026




 

Di hari kemerdekaan bangsa ini, ketika bendera Merah Putih berkibar di banyak tempat, di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara — tepat di perbatasan dengan Malaysia — rakyat justru mengibarkan bendera mereka sendiri: berwarna merah dan kuning. Bukan untuk memisahkan diri, bukan untuk melawan, melainkan satu pesan sederhana namun dalam: kami dilupakan.

 

Jalan berlubang, jembatan rapuh, dan akses yang terputus — padahal ini adalah gerbang perbatasan langsung dengan negara tetangga. Orang bisa melihat dari seberang jalan yang mulus di sisi luar negeri, lalu menunduk melihat tanah sendiri yang rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan. Inilah yang membuat rakyat akhirnya bersuara: bukan karena mereka tidak cinta negeri ini, tetapi karena mereka terlalu mencintai tanahnya sehingga tidak tahan melihatnya terus diabaikan.

 

Peristiwa ini adalah bukti nyata: rakyat tidak akan diam selamanya bila terus dilupakan. Mereka tidak mengambil senjata, tidak menimbulkan kerusuhan — mereka hanya mengibarkan bendera merah-kuning dan menyatakan sikap. Itu adalah peringatan yang paling lembut namun paling berat: jangan paksa rakyat sampai harus bersuara sendiri baru mau mendengar.

 

Jika di perbatasan saja — tempat yang paling dijaga kedaulatannya — infrastruktur dibiarkan rusak berlarut-larut, lalu bagaimana dengan daerah yang lebih jauh lagi? Perhatian negara tidak boleh hanya terlihat di peta atau di atas kertas rencana pembangunan. Harus turun ke tanah, memperbaiki jalan, membangun jembatan, dan memastikan rakyat di perbatasan merasakan kemerdekaan yang sebenarnya — bukan hanya namanya saja.

 

Rakyat di Nunukan dan seluruh perbatasan adalah benteng pertama bangsa. Mereka menjaga batas negeri ini siang dan malam. Maka sudah sepantasnya negeri ini menjaga mereka pula. Jangan sampai bendera merah-kuning harus dikibarkan baru ada yang menoleh. Bangunlah infrastruktur secepatnya, sebaik-baiknya — bukan karena diancam protes, tetapi karena itu adalah hak rakyat yang sudah menjaga negeri ini dengan setia.

 

Karena kemerdekaan yang sesungguhnya bukanlah hanya berkibarnya bendera di tiang, melainkan terurusnya rakyat di setiap jengkal tanah pertiwi — sampai ke perbatasan terjauh.

 

Bekasi, 17 Agustus 2026