Berharap kepada Tuhan: Lebih dari Pengawal Menanti Pagi -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Berharap kepada Tuhan: Lebih dari Pengawal Menanti Pagi

Minggu, 09 Agustus 2026


Bekasi, 9 Agustus 2026

 

"Jiwaku menanti-nantikan TUHAN, aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku menanti Tuhan lebih daripada pengawal menanti pagi, ya, lebih daripada pengawal menanti pagi." — Mazmur 130:5-6

 

Di tengah dunia yang semakin bising, yang penuh dengan kekacauan, ketidakadilan, dan kekerasan yang seolah-olah tidak ada akhirnya — di sinilah satu-satunya tempat kembali bagi hati yang lelah: menanti Tuhan, menantikan pertolongan yang datang dari atas.

 

Seperti pengawal yang berdiri sepanjang malam, matanya tak terpejam, menatap ke ufuk timur, menanti cahaya pertama yang membelah gelap — demikian pula jiwa kita menanti. Bukan karena kita yakin pada kekuatan sendiri, bukan karena kita percaya pada kebijakan manusia, tetapi karena kita tahu: pada Tuhan ada kasih setia yang tidak berubah, dan pada-Nya ada pembebasan yang sejati dan berkelimpahan.

 

Dunia di sekitar kita mungkin terlihat sebaliknya: hukum bisa berjalan tidak adil, yang berkuasa bisa lupa pada rakyat, yang jujur bisa menderita, dan yang mencuri bisa terlihat berkuasa. Tetapi firman Tuhan memberikan ketegasan yang menenangkan sekaligus menguatkan: Tuhan tidak memandang kedudukan, tidak terpengaruh kekuasaan, dan tidak dibeli dengan harta. Dia membebaskan dari segala kesalahan, Dia memulihkan dari segala luka, dan Dia membawa keadilan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun di dunia ini.

 

Bagi siapa pun yang merasa kecil di hadapan sistem yang besar; bagi siapa pun yang suaranya tidak didengar di meja pembicaraan; bagi siapa pun yang lelah melihat ketidakadilan seolah menang — Tuhan berjalan di atas segalanya. Dia tidak terlambat, Dia tidak tertidur, dan Dia tidak lupa pada satu orang pun yang berseru kepada-Nya dengan rendah hati.

 

Pembebasan yang Tuhan berikan bukan sekadar menyelamatkan dari bahaya. Pembebasan-Nya adalah memulihkan kebenaran, menegakkan keadilan, dan mendamaikan hati yang hancur. Di mana manusia menindas, Tuhan membela. Di mana manusia menutup pintu, Tuhan membuka jalan yang tidak disangka-sangka. Di mana dunia hanya menawarkan kepalsuan, Tuhan menawarkan kasih setia yang kekal.

 

Maka berharaplah kepada Tuhan — sebagaimana nasihat bagi Israel dahulu, nasihat bagi kita hari ini: "Berharaplah kepada TUHAN! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan pada-Nya ada pembebasan yang berlimpah-limpah." Dia tidak hanya membebaskan satu kali, atau dua kali. Dia terus melakukannya, bagi siapa saja yang datang dengan hati yang tulus, yang mengakui kelemahannya, dan yang percaya bahwa pertolongan sejati datang dari atas.

 

Dunia boleh berubah, pemimpin boleh berganti, dan keadaan boleh terlihat semakin gelap. Tetapi seperti pengawal yang tahu: pasti akan datang pagi. Demikian pula kita tahu: janji Tuhan tidak pernah gagal. Cahaya-Nya akan terbit, keadilan akan tegak, dan damai sejahtera-Nya akan meliputi setiap hati yang berseru dan berharap kepada-Nya.