Dewan Minta Gaji Besar — Tapi Kualitas, Karya, dan Kemajuan Mana? -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Dewan Minta Gaji Besar — Tapi Kualitas, Karya, dan Kemajuan Mana?

Kamis, 13 Agustus 2026


Bekasi, 13 Agustus 2026

Sungguh ironis dan memalukan dipandang oleh mata rakyat maupun mata dunia: para anggota dewan dan lembaga perwakilan begitu lantang bersuara meminta kenaikan gaji dan tunjangan yang besar. Mereka sibuk memperjuangkan kesejahteraan bagi diri sendiri. Namun ketika ditanya: apa karya yang telah dihasilkan? Apa kemajuan yang telah dibangun? Apa perubahan nyata yang dirasakan rakyat? Jawabannya sunyi senyap.

 

Program demi program diluncurkan, rencana demi rencana dibacakan di atas kertas — tetapi kualitasnya di mana? Pembangunannya di mana? Patriotismenya di mana? Yang terlihat hanyalah satu hal: gaji harus dinaikkan, tunjangan harus ditambah, fasilitas harus diperluas — untuk diri mereka sendiri.

 

Di mana letak kualitas kepemimpinan mereka? Di mana jejak pemikiran yang mendalam? Di mana keilmuan yang seharusnya dimiliki oleh mereka yang duduk mewakili rakyat?

 

Seharusnya mereka yang duduk di dewan adalah orang-orang yang berjenjang pendidikannya, yang berakademis, yang terus belajar dan memahami zaman. Bukan sekadar duduk di kursi kekuasaan sambil meminta gaji naik tanpa henti. Kalau tidak memahami pendidikan, tidak memahami kemajuan, tidak menghargai guru — dari mana datangnya kualitas pemikiran mereka?

 

Mereka tidak pernah bersuara membela nasib guru. Tidak pernah menuntut kesejahteraan pendidik yang mendidik generasi bangsa. Tidak pernah bicara tentang fondasi peradaban. Yang mereka pahami hanyalah satu hal: meminta uang digedein untuk diri sendiri.

 

Sebagaimana pernah diingatkan oleh Almarhum Abdurrahman Wahid — Gus Dur — dengan sederhana namun sangat dalam maknanya:

 

🕊️ "Janganlah kita menjadi seperti benda yang besar di luar tetapi kosong di dalam. Terlihat banyak bicara, terlihat banyak menuntut, tetapi ketika ditanya apa hasilnya — tidak ada apa-apa. Itu bukan kemajuan, itu hanya penampilan tanpa isi."

 

Lihatlah bangsa-bangsa yang benar-benar maju di dunia:

 

- 🇸🇬 Di Singapura — mereka yang duduk di lembaga tinggi adalah orang-orang terpandai, berpendidikan tinggi, dan berkontribusi nyata. Mereka tidak sibuk menaikkan gaji sendiri — mereka sibuk menaikkan kualitas bangsanya.

- 🇺🇸 Di Amerika Serikat — mereka yang memegang kekuasaan dipandang dari karya dan pemikirannya, bukan dari seberapa besar gaji yang mereka tuntut.

- 🇨🇳 Di Tiongkok — mereka yang memimpin diuji dari hasil pembangunannya, dari kemajuan rakyatnya, dari kesejahteraan generasinya. Bukan dari tuntutan nafkah pribadi.

 

Lalu lihatlah bangsa kita sendiri:

 

Dewan minta gaji doang. Kualitas tidak ada. Pembangunan tidak ada. Patriotisme hanya di mulut saja. Mereka meminta lebih banyak untuk diri sendiri — tetapi tidak memberikan yang lebih baik untuk rakyat.

 

Bangsa mana yang maju dengan cara seperti ini? Tidak ada satu pun dalam sejarah peradaban manusia! Bangsa yang maju adalah pemimpinnya melupakan kepentingan pribadi demi kemajuan bersama. Bangsa yang mundur adalah pemimpinnya melupakan rakyat demi kantong sendiri.

 

Maka jangan heran kalau bangsa ini berjalan di tempat. Karena yang duduk memerintah sibuk memikirkan gaji sendiri — lupa memikirkan kualitas, lupa memikirkan pendidikan, lupa memikirkan guru, dan lupa memikirkan masa depan bangsa.

 

Kalau kualitas kepemimpinan tidak pernah naik — maka gaji yang dinaikkan pun tidak akan pernah menghasilkan kemajuan apa pun. Itulah kenyataan pahit yang harus kita semua sadari.