Jakarta Bukan Tempat Premanisme — Jakarta Milik Kita Semua -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Jakarta Bukan Tempat Premanisme — Jakarta Milik Kita Semua

Senin, 31 Agustus 2026



MERDEKAANEWS.COM Jakarta
bukan wilayah kekuasaan preman. Jakarta bukan tempat untuk menindas, memeras, atau menguasai ruang publik dengan kekerasan. Jakarta milik setiap warga negara — tua, muda, kaya, miskin, dari mana pun asalnya. Tidak ada satu kelompok pun yang berhak menguasai jalan, pasar, maupun ruang kota ini untuk kepentingan sendiri.

 

JAKARTA MILIK RAKYAT, BUKAN MILIK SEKELUMPOK ORANG

 

Jakarta adalah ibu kota, wajah bangsa, dan rumah bersama jutaan orang. Di sini rakyat bekerja, berdagang, bersekolah, dan beribadah. Ruang publik, jalan raya, trotoar, pasar — semuanya dibangun dengan uang rakyat dan untuk rakyat. Tidak ada satu pun yang berhak memungut bayaran tanpa alasan yang sah, tidak ada yang berhak mengintimidasi warga, dan tidak ada yang berhak menguasai tempat umum seolah-olah itu milik pribadi.

 

Premanisme bukan budaya kita. Premanisme bukan tradisi Jakarta. Itu adalah ketidakberesan yang harus diberantas demi menjaga keamanan dan kenyamanan semua orang. Jika dibiarkan, perlahan-lahan rakyat yang taat hukum dan bekerja jujur justru yang merasa tidak punya tempat di kotanya sendiri. Itu tidak boleh terjadi.

 

PREMANISME HARUS DIHENTIKAN — NEGARA HARUS HADIR, RAKYAT HARUS BERSATU

 

Premanisme tumbuh ketika hukum tidak ditegakkan dengan tegas, ketika rasa takut lebih besar daripada rasa percaya kepada negara. Maka penegak hukum harus hadir secara nyata — bukan hanya sesekali, tetapi terus-menerus. Menindak tegas setiap tindakan pemerasan, ancaman, dan kekerasan yang dilakukan atas nama apa pun. Rakyat juga harus berani bersatu — tidak boleh diam ketika melihat orang lain ditindas. Karena ketika satu orang dipersulit dan dibiarkan — besok giliran kita sendiri.

 

Kekuatan sebenarnya ada pada rakyat yang bersatu, bukan pada mereka yang mengandalkan kekerasan. Jakarta akan tetap aman dan tertib jika rakyat bersama-sama menolak segala bentuk pemerasan, segala bentuk ancaman, dan segala upaya untuk menguasai ruang kota demi kepentingan segelintir pihak.

 

PENUTUP — JAKARTA RUMAH BERSAMA, DAN KITA SEMUA PEMILIKNYA

 

Maka tegaskanlah ini dengan lantang: JAKARTA BUKAN TEMPAT PREMANISME. JAKARTA MILIK KITA SEMUA, BUKAN MILIK PREMAN. Ruang ini milik siapa pun yang berperilaku baik, yang bekerja jujur, dan yang menghormati sesama warga. Tidak boleh ada jalan yang dikuasai, tidak boleh ada pasar yang dimonopoli, tidak boleh ada warga yang merasa takut pulang ke rumahnya sendiri. Negara wajib melindungi, rakyat wajib saling menjaga — agar Jakarta tetap menjadi rumah yang aman, adil, dan milik kita semua.