Jangan Habiskan Alam Demi Keuntungan Sesaat -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Jangan Habiskan Alam Demi Keuntungan Sesaat

Senin, 17 Agustus 2026


Pengurukan hutan, pembukaan lahan secara sembarangan, dan penambangan yang mengeksploitasi kekayaan alam tanpa kendali — adalah perbuatan yang sangat menghancurkan masa depan generasi bangsa sekaligus merusak kesejahteraan rakyat di seluruh daerah.

 

Alam bukan milik segelintir orang untuk dihabiskan dalam semalam. Hutan adalah paru-paru kehidupan, penahan air, penjaga tanah, dan sumber kehidupan bagi rakyat serta generasi yang belum lahir. Ketika hutan diratakan, gunung digali, dan bumi dibongkar hanya untuk keuntungan sesaat — kerusakannya tidak akan berhenti di situ. Banjir, longsor, kekeringan, dan hilangnya sumber penghidupan rakyat adalah harga yang harus dibayar turun-temurun.

 

Ini dilakukan semata-mata demi kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Keuntungan masuk ke kantong beberapa orang, sementara kerusakan, penderitaan, dan kemiskinan tertinggal di pundak rakyat biasa. Sungguh berbahaya bila kekuasaan dipakai untuk membuka pintu eksploitasi seluas-luasnya, tanpa memikirkan akibat yang akan menimpa anak cucu kita nanti.

 

Kosta Rika pernah berada di jalan yang sama — hutannya gundul, tanah longsor, alam rusak. Namun mereka sadar dan berbalik arah: sejak tahun 1996 melarang penebangan tanpa izin tegas, memberi penghargaan kepada rakyat yang menjaga hutan, dan kini hutannya kembali hijau, rakyatnya sejahtera. Mereka tidak membiarkan alam dihabiskan demi keuntungan segelintir orang .

 

Bhutan bahkan menetapkan dalam undang-undang negaranya: sekurang-kurangnya 60 persen hutannya harus tetap hijau selamanya. Kini mereka mencapai 72 persen. Tambang pun harus memulihkan tanahnya kembali — tidak boleh ditinggalkan luka terbuka. Bagi mereka kebahagiaan rakyat dan kelestarian alam lebih tinggi dari keuntungan sesaat.

 

Kekayaan alam itu tidak akan tumbuh lagi kalau sudah habis. Dan generasi mendatang akan bertanya: "Di mana hutan kami? Di mana tanah kami? Siapa yang menjualnya dan untuk siapa?"

 

Janganlah kemewahan sesaat segelintir orang menjadi kemiskinan dan bencana bagi seluruh bangsa. Berhentilah mengeksploitasi bumi sampai ke tulang sumsum, karena alam yang hancur berarti masa depan bangsa yang runtuh.