Bekasi, 12 Agustus 2026
![]() |
Mari sadarlah, wahai bangsa ini. Sumber daya alam yang ada di tanah kita — itu bukan milik pemimpin, bukan milik penguasa, bukan milik segelintir orang yang berkuasa. Itu titipan dari Tuhan. Dan setiap titipan bisa diambil kembali kapan saja Tuhan menghendaki.
Ketika Tuhan mencabut berkat itu, ketika sumber daya itu habis, ketika yang di dalam tanah sudah tidak ada lagi — maka apa yang tersisa? Gedung bisa berdiri, tapi tidak ada yang bisa mengelolanya. Jalan bisa mulus, tapi tidak ada yang cerdas untuk memajukannya. Kekayaan bisa berlalu, tetapi kebodohan yang dibiarkan akan tetap tinggal dan mewarisi anak cucu kita.
Maka pertanyaan saya kepada para pemimpin dan penguasa negeri ini sangat sederhana:
"Apa terobosan yang sudah kamu buat? Apa karya yang akan tetap berdiri setelah kekayaan alam habis? Apa kontribusimu yang tidak bisa diambil oleh waktu?"
Kalau yang kamu bangun hanya dari apa yang digali dari dalam tanah — maka ketika tanah itu tidak lagi memberi, bangunanmu akan runtuh. Tetapi kalau yang kamu bangun ada di dalam kepala dan hati manusia — itu tidak akan pernah habis, tidak akan pernah diambil orang, dan tidak akan pernah hilang ditelan zaman.
Itulah sebabnya satu-satunya jalan yang tidak boleh ditunda, tidak boleh diundur, tidak boleh ditawar lagi adalah ini:
✅ Kuatkanlah peran guru dengan gaji yang besar, sejahtera, dan layak — mutlak dan tidak boleh digugat!
✅ Jangan lagi memberi alasan, jangan lagi berkata "tidak ada uang" — karena triliunan rupiah habis setiap tahun untuk hal yang tidak menyentuh kehidupan rakyat
✅ Segera jalankanlah! Karena tidak ada waktu lagi untuk bermain-main dan berdebat
✅ Kalau gurunya sejahtera, anak-anaknya cerdas — maka ketika sumber daya alam habis, bangsa ini tetap berdiri tegak, karena kekuatannya sudah ada di dalam dirinya sendiri
Tuhan menitipkan kekayaan kepada kita bukan untuk diambil dan dihabiskan — tetapi untuk dipakai membangun manusia yang mampu berdiri sendiri tanpa harus bergantung pada kekayaan alam selamanya.
Para pemimpin, dengarkanlah:
Kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban berapa banyak kekayaan yang kamu gali. Tetapi kamu akan dimintai pertanggungjawaban: apa yang kamu bangun dengan kekayaan itu? Apakah manusia yang kamu didik, atau kebodohan yang kamu biarkan?
Mari kita bertobat dan berubah mulai hari ini.
Sebelum semuanya diambil kembali — bangunlah dari akarnya. Sejahterakanlah gurunya. Terangilah masa depannya. Karena itulah satu-satunya kekayaan yang tidak akan pernah habis, dan satu-satunya warisan yang paling berharga bagi anak cucu kita.
Tidak ada alasan lagi. Jalankanlah sekarang juga.

Komentar