![]() |
Ada pelajaran pahit dari sejarah kita yang sering terlupakan. Penjajah ternyata punya strategi yang sangat matang: beri kebebasan dalam hal yang dianggap kurang berbahaya — seperti ritual ibadah — tetapi kunci mati sumber kekuatan yang sesungguhnya, yaitu ekonomi.
Nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda dengan jelas menyatakan:
"Biar mereka beribadah... asal jangan sampai mereka bersatu dalam ekonomi."
Ini bukan sekadar cerita masa lalu. Ini adalah peringatan keras yang masih sangat relevan hingga hari ini. Kekuatan ekonomi adalah kunci kedaulatan bangsa. Tanpa kemandirian ekonomi, kebebasan lain pun bisa menjadi semu.
Jangan biarkan pola manipulasi ini terulang kembali di zaman kemerdekaan ini. Jangan sampai negeri ini bebas beribadah, bebas berpendapat, tetapi sumber daya alam, kebijakan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat justru dikuasai oleh segelintir pihak — baik dari luar maupun dari dalam negeri sendiri.
Saatnya kita bangkit dan fokus pada hal-hal yang membangun kemandirian bangsa:
✅ Memperkuat ekonomi umat — bukan hanya untuk segelintir pengusaha besar, tetapi merata dari desa ke kota
✅ Membangun kemandirian — tidak bergantung selamanya pada pihak lain untuk kebutuhan dasar negeri
✅ Bersatu dalam aksi nyata — bukan hanya bersatu dalam perayaan, tetapi bersatu untuk membangun kesejahteraan bersama
✅ Terus menuntut ilmu & meningkatkan kesadaran — karena bangsa yang terdidik dan sadar, tidak mudah dipecah dan tidak mudah ditindas
Penjajahan itu tidak selalu datang dengan senjata. Ia bisa datang dengan janji manis, dengan kebebasan yang tampak baik, sementara kunci ekonominya tetap dipegang orang lain. Kedaulatan itu belum lengkap jika rakyatnya belum mandiri secara ekonomi.
Mari kita pelajari sejarah, agar tidak terjebak dalam perangkap yang sama untuk kedua kalinya.
Bekasi, 19 Agustus 2026

Komentar