TIKUS YANG LUPA DIRI — PELAJARAN KERENYAHAN DAN KESOMBONGAN KEKUASAAN -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

TIKUS YANG LUPA DIRI — PELAJARAN KERENYAHAN DAN KESOMBONGAN KEKUASAAN

Rabu, 02 September 2026

"Tikus yang lama tinggal di lumbung, akhirnya mengira dirinya pemilik padi."

— [Tikus Yang Lupa Diri]


📖 MAKNA DALAM PERIBAHASA INI — SIAPA YANG SEBENARNYA PEMILIK?

 

Kalimat singkat ini menyimpan kebenaran yang sangat dalam dan tajam — bukan sekadar tentang tikus, melainkan tentang sifat manusia, terutama mereka yang memegang kekuasaan dan kedudukan:

 

- 🐀 Tikus itu bukan pemilik — ia hanya tamu yang makan dan tinggal di sana

- 🐀 Karena sudah lama berada di sana, bebas bergerak, dan merasa nyaman — ia mulai lupa asal-usulnya

- 🐀 Ia mulai mengira padi itu miliknya, lumbung itu miliknya — padahal ia hanyalah penyusup yang beruntung bisa tinggal di sana

- 🐀 Lupa bahwa suatu hari pemilik asli bisa datang — dan ia akan diusir tanpa apa-apa

 

Inilah penyakit terbesar kekuasaan: Lupa diri. Lupa bahwa jabatan itu titipan, kekuasaan itu pinjaman, dan rakyat itu bukan miliknya — ia hanya dipercaya untuk menjaganya sebentar.

 

⚠️ KERITIS — INI PERINGATAN BAGI SETIAP YANG MEMEGANG KEKUASAAN

 

Peribahasa ini menjadi cermin yang sangat tajam bagi para pemimpin, pejabat, dan penguasa di mana pun:

 

❌ 1. LUPA ASAL-USUL — MERASA SEMUA MILIKNYA

 

- Banyak yang diangkat dari rakyat, lalu setelah lama duduk di kursi kekuasaan — merasa negeri ini miliknya sendiri

- Menganggap harta negara, uang rakyat, dan sumber daya alam adalah milik pribadi — bebas dipakai, diatur, dan diambil sesuka hati

- Lupa bahwa ia dipilih, diangkat, dan dibayar oleh rakyat — bukan sebaliknya

 

❌ 2. LUPA BAHWA ITU TITIPAN, BUKAN MILIK

 

- Lumbung itu milik rakyat — pemimpin hanya penjaga, bukan pemilik

- Padi itu milik rakyat — pemimpin hanya pengelola, bukan pemilik

- Semua itu akan dikembalikan suatu hari — karena tidak ada yang berkuasa selamanya

- Yang dipinjamkan tidak boleh diperlakukan sebagai milik sendiri — apalagi dihabiskan untuk kepentingan sendiri

 

❌ 3. LUPA BAHWA AKAN ADA PEMILIK YANG DATANG

 

- Tikus lupa bahwa suatu hari pemilik lumbung akan datang — dan saat itu ia tidak bisa berbuat apa-apa

- Penguasa yang lupa diri lupa bahwa suatu hari rakyat akan bangkit — dan saat itu tidak ada kekuasaan yang bisa melindunginya

- Semua yang diambil dengan sombong — suatu hari harus dikembalikan, bahkan dengan bunganya

 

Tidak ada kekuasaan yang abadi. Lumbung itu tetap milik rakyat — siapa pun yang merasa dirinya pemilik, pada akhirnya akan diusir dari sana.

 

🧠 PELAJARAN EDUKATIF — JANGAN PERNAH LUPA DIRI

 

Peribahasa ini mengajarkan kita semua, baik yang memimpin maupun yang dipimpin:

 

- ✅ Jabatan adalah amanah, bukan hak milik — kau dititipkan untuk menjaga, bukan untuk menguasai

- ✅ Kekuasaan ada batasnya — hari ini di atas, besok bisa kembali ke bawah. Jangan pernah sombong

- ✅ Asal-usul jangan dilupakan — seberapa tinggi pun kau naik, kau tetap berasal dari rakyat, dan akan kembali kepada rakyat

- ✅ Yang dipinjam harus dikembalikan dengan utuh — jangan kurangi, jangan habiskan, jangan rusak. Kembalikan lebih baik dari saat kau menerimanya

- ✅ Hanya pemilik sejati yang berhak menguasai — dan pemilik sejati negeri ini adalah SELURUH RAKYAT, bukan perorangan atau kelompok

 

Lumbung padi itu milik rakyat. Siapa pun yang menjaganya — jangan pernah mengira itu milikmu. Karena kau hanya tamu yang dipercaya untuk menjaganya sebentar — dan suatu hari kau harus pergi, meninggalkan semuanya seperti saat kau datang.

 

PENUTUP — JANGAN JADI TIKUS YANG LUPA DIRI

 

TIKUS YANG LAMA TINGGAL DI LUMBUNG AKHIRNYA MENGIRA DIRINYA PEMILIK PADI. ITU BUKAN KEBANGGAAN — ITU KEBODOHAN YANG AKAN MENJATUHKANNYA. JANGANLAH KITA MENJADI SEPERTI ITU — JANGAN KARENA SUDAH LAMA MEMEGANG KEKUASAAN LALU LUPA BAHWA ITU BUKAN MILIK KITA. SEMUA INI TITIPAN — DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT, DAN UNTUK RAKYAT. SIAPA PUN YANG LUPA HAL INI — AKAN HANCUR KARENA KESOMBONGANNYA SENDIRI!!! 🇮🇩⚖️🐀