DULU SUMPAH TOLAK KEKUASAAN, KINI RESMI MASUK ISTANA -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

DULU SUMPAH TOLAK KEKUASAAN, KINI RESMI MASUK ISTANA

Sabtu, 03 Oktober 2026

Rocky Gerung Dilantik Jadi Anggota Wantimpres, Reaksi Publik Terbelah

 

Tanggal: Jumat, 2 Oktober 2026

Tempat: Istana Negara, Jakarta


I. FAKTA YANG TERJADI

 

Pengamat politik Rocky Gerung secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara. Pelantikan ini menjadi sorotan tajam karena perjalanan pandangan tokoh tersebut yang dikenal vokal mengkritik kekuasaan selama bertahun-tahun.

 

II. YANG MENJADI SOROTAN

 

- Dulu dikenal dengan pernyataan-pernyataan keras, sikap menolak kemapanan, dan semangat "sumpah mati" menolak mendekati lingkaran kekuasaan.

- Kini justru menerima jabatan yang berada tepat di lingkaran kekuasaan tertinggi negara.

- Banyak pihak mempertanyakan konsistensi prinsip: apakah perubahan posisi ini berarti penyesuaian pandangan, atau pergeseran kepentingan?

 

III. PANDANGAN YANG BERBEDA

 

Pihak yang kecewa:

 

- Menganggap ini sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan publik yang selama ini mengandalkan ketegasan dan kemandirian sikapnya.

- Menilai bahwa masuk ke dalam struktur kekuasaan dapat melemahkan kebebasan berpikir dan menegur.

- "Kalau dulu lantang di luar, bagaimana suaranya nanti saat berada di dalam?"

 

Pihak yang melihat peluang:

 

- Percaya bahwa kritik dan perbaikan juga bisa dilakukan dari dalam, bukan hanya dari luar.

- Menilai kehadirannya dapat membawa sudut pandang kritis ke meja pertimbangan keputusan.

- "Mungkin justru di sana suaranya lebih didengar dan berdampak."

 

IV. PERTANYAAN PENTING BAGI KITA SEMUA

 

1. Apakah masuk ke dalam sistem berarti harus ikut membisukan kritik?

2. Apakah prinsip tetap berdiri tegak meski duduk di kursi kekuasaan?

3. Bagaimana menjaga kemandirian pikiran ketika berada di tengah lingkungan yang diurus oleh kekuasaan itu sendiri?

 

V. PELAJARAN UNTUK BANGSA

 

Peristiwa ini mengingatkan kita: kekuasaan bukan sekadar posisi, melainkan ujian terbesar bagi setiap orang yang percaya pada prinsip. Publik tidak menuntut kesempurnaan, tetapi menuntut kejelasan, kesetiaan pada kebenaran, dan keberanian tetap jujur di mana pun berdiri.

 

Masyarakat tidak hanya menilai dari langkah masuknya, tetapi lebih lagi dari cara ia bekerja dan bersuara setelah berada di dalam.