![]() |
Bekasi, 14 Agustus 2026 — Janganlah rakyat negeri ini hanya dijadikan pasar pembeli semata. Janganlah kekayaan alam di tanah air sendiri dikelola orang lain, lalu kita membeli kembali hasilnya dengan harga mahal. Bangunlah kemandirian dari dalam negeri sendiri — itulah jalan menuju kemajuan sejati.
Lihatlah Tiongkok sebagai teladan. Di sana, rakyat dan bangsa dibangun untuk berdiri di atas kekuatan sendiri. Ekonominya dibangun atas dasar kemandirian bangsanya sendiri, bukan bergantung kepada orang lain. Teknologi baterai dikuasai sendiri, industri kendaraan dibangun sendiri, pengetahuan dan inovasi tumbuh dari dalam negerinya sendiri. Segala sesuatu yang menjadi tulang punggung peradaban berada di bawah kendali bangsanya sendiri — mereka yang menguasai, mereka yang menentukan arah.
Karena itulah Tiongkok berkembang pesat. Karena itulah mereka mampu membangun peradaban yang disegani dunia. Mereka tidak didikte oleh investor asing, tidak terjebak dalam ketergantungan impor, dan tidak memaksa rakyat beralih sebelum negerinya siap. Mereka membangun dulu kemampuan sendiri, baru melangkah maju.
Pengamat publik Rocky Gerung mengingatkan: "Negeri ini harus berdiri di atas kaki sendiri, bukan menjadi penonton kemajuan bangsa lain." Beliau menegaskan, kemandirian sejati tercapai ketika kita mampu mengelola kekayaan sendiri, menguasai teknologi sendiri, dan tidak membiarkan arah kebijakan ditentukan oleh kepentingan asing. "Jangan biarkan kekayaan rakyat dikuasai orang lain, lalu rakyat dipaksa membeli kembali hasilnya," tegas beliau.
Maka marilah kita sadari: segala kemandirian, teknologi, dan kemajuan berakar dari ilmu pengetahuan yang ditanam oleh para guru. Mari bangunlah kesejahteraan guru dengan sepenuh hati. Di tangan merekalah masa depan peradaban bangsa ditempa. Jika guru sejahtera, dihormati, dan digaji layak dengan kemuliaan tugasnya — barulah bangsa ini mampu berdiri tegak, mandiri, dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia. Itulah fondasi sesungguhnya, itulah jalan kemajuan yang tak akan pernah runtuh.

Komentar