Jangan Sekadar Janji Setiap Tahun — Sejahterakanlah Guru dengan Gaji Pokok Yang Besar -->

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Anda Disini !!!.....,

red2

Jangan Sekadar Janji Setiap Tahun — Sejahterakanlah Guru dengan Gaji Pokok Yang Besar

Kamis, 13 Agustus 2026


Bekasi, 13 Agustus 2026

 



Setiap tahun, di penghujung tahun, selalu terdengar hal yang sama: gaji guru akan naik, tunjangan akan diberikan, nasib pendidik akan diperhatikan. Tetapi kenyataannya? Hanya cerita yang menyenangkan didengar di atas kertas, lalu hilang begitu saja berganti tahun. Para pendidik sudah lelah. Mereka sudah lelah mendengar janji, sudah lelah menunggu, sudah lelah berharap pada hal yang tidak kunjung nyata.

 

Janganlah kita terus-menerus hanya menyenangkan telinga para pendidik dengan kata-kata yang manis. Buktikanlah dengan kenyataan. Kalau bangsa ini benar-benar tidak ingin runtuh dalam catatan sejarah — kalau bangsa ini memang ingin maju dan dihormati — maka lakukanlah perubahan yang nyata, bukan sekadar pengumuman sesaat.

 

Naikkanlah gaji pokok mereka dengan besar. Tetapkanlah dengan tegas, berikanlah dengan layak, dan jangan menunggu satu tahun lagi untuk mengumumkannya kembali.

 

Mari kita lihat dan pelajari contoh yang paling nyata di hadapan mata kita:

 

🇯🇵 Lihatlah Jepang! Hiroshima dan Nagasaki dibom hancur lebur. Dua kota rata dengan tanah, nyawa melayang, puing-puing di mana-mana. Tetapi Jepang tidak butuh puluhan atau ratusan tahun untuk bangkit. Dalam sekejap mata — mereka bangun kembali. Menjadi negara industri yang luar biasa, berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa paling maju di dunia. Mengapa? Karena mereka bangun dari akarnya: mendidik anak bangsa, menghormati guru, membangun peradaban yang berakar pada kecerdasan rakyatnya.

 

Lalu lihatlah diri kita sendiri:

 

🇮🇩 Kita dijajah Belanda ratusan tahun lamanya, itu benar. Tetapi sudah merdeka lebih dari 80 tahun — mengapa masih berjalan di tempat? Mengapa masih tertinggal jauh di belakang? Mengapa belum mampu membangun peradaban yang sejajar dengan bangsa lain?

 

Jawabannya sederhana dan menyakitkan untuk diakui:

 

Kita terlalu banyak berjanji, terlalu banyak bicara manis, terlalu banyak kata-kata yang kosong dan penuh manipulasi — tetapi tindakannya tidak pernah menyusul. Kita sibuk berbicara, tapi lupa melaksanakan. Kita sibuk menjanjikan, tapi mengabaikan hal yang paling mendasar: kesejahteraan dan penghormatan kepada para pendidik yang membangun generasi penerus.

 

Mari kita belajar dari bangsa-bangsa yang telah maju:

 

- 🇻🇳 Lihat Vietnam — tidak menunggu lama, tidak menunggu tahun berganti. Mereka memutuskan dan melaksanakan dengan cepat: sejahterakan guru, angkat derajat pendidik. Hasilnya? Vietnam melangkah maju dengan pesat.

- 🇲🇾 Lihat Malaysia — mereka memahami: guru adalah fondasi. Maka dibangunlah kesejahteraannya dengan nyata, bukan dengan janji di atas kertas.

- 🇺🇸 Lihat Amerika Serikat — mereka tahu: peradaban tidak dibangun oleh gedung mewah, melainkan oleh mereka yang mendidik generasi. Maka pendidik dihargai, disejahterakan, dan dijadikan garda terdepan kemajuan.

 

Marilah kita malu kepada bangsa-bangsa lain itu. Mereka tidak menunggu berbulan-bulan hanya untuk mengumumkan rencana. Mereka memutuskan — lalu melaksanakan.

 

Karena peradaban yang kita bangun ini haruslah peradaban di mana para pengajar, para guru — berdiri tegak, hidup terhormat, dan membawa bangsa ini semakin terdepan.

 

Jangan tunggu penghujung tahun baru berjanji. Jangan tunggu hari raya baru menyenangkan. Naikkanlah gaji pokok mereka dengan besar, tetapkanlah dengan tegas, dan laksanakanlah sekarang juga. Karena bangsa yang menyejahterakan pendidiknya — itulah bangsa yang sedang membangun masa depannya dengan benar.

 

Sebagaimana dikatakan pengamat sosial Rocky Gerung dengan tegas:

 

"Jangan beri guru gelar pahlawan tanpa tanda jasa sebagai obat penenang. Itu bukan penghormatan — itu cara negara membungkam mereka supaya tidak menuntut haknya. Guru tidak butuh romantisme kata-kata manis di atas kertas. Guru butuh upah yang layak, kehidupan yang sejahtera, dan harga diri yang terangkat. Kalau negara hanya memberi gelar tapi menahan kesejahteraannya — maka negara sedang menipu dirinya sendiri."

 

Jepang bangkit dari abu dalam sekejap mata karena mereka mendahulukan kesejahteraan pendidiknya. Kalau kita masih saja berjanji tahun demi tahun tanpa perubahan nyata — maka jangan heran, ratusan tahun pun kita akan tetap berdiri di tempat yang sama.